Nama : FRANS PERNANDA SIMANGUNSONG
NPM : 24414368
Fakultas : TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN : TEKNIK MESIN
- Masyarakat Perkotaan
- Hubungan Desa dan Kota
- Aspek Positif dan Aspek Negatif
- Masyarakat Pedesaan
- Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan
- Masyarakat Perkotaan
- Elite
ELITE
ELITE , MASYARAKAT PERDESAAN DAN PERKOTAAN
ELITE
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam
masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam pengertian yang khusus dapat
diartikan sekelompok orang yang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan
khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat
berkuasa dan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite. Elite adalah
suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas
dengan cara yang bernilai sosial.
Elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang
berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan
keadaan jiwa. Sedangkan Elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan
adaptasi, berhubungan dengan problem-problem yang memperlihatkan sifat yang
keras, masyarakat lain atau masa depan yang tak tentu.
Perbedaan elite sebagai pemegang strategi secara garis besar, sebagai berikut :
a. Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan. Yang paling berkuasa atau mempunyai pengaruh biasanya disebut elite segala elite).
b. Elite ekonomi, militer, diplomatik dan cendekiawan, (mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu).
c. Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat.
d. Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis, tokoh film, olahragawan dan sebagainya.
Elite dari segala elite dapatlah menjalankan funsinya dengan mengajak para elit
pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sebaik-baiknya.
Walaupun begitu, dimanapun juga para elite pemegang strategi tersebut memiliki
prinsip yang sama dalam menjalankan fungsi pokok maupun fungsinya yanng
lain, seperti memerikan contoh tingkah laku yang baik kepada masyarakatnya,
mengkoordinir serta menciptakan yang harmonis dalam berbagai kegiatan,fungsi
pertahanan dan keamanan, meredakan konflik sosial maupun fisik dan dapat
melindungi masyarakatnya terhadap sebagai bahaya dari luar.
B. Kelompok Kepentingan ( Interest Group )
Kelompok kepentingan adalah setiap organisasi yang berusaha mempengaruhi
kebijaksanaan pemerintah, tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik.
Kecuali dalamkeadaan luar biasa, kelompok kepentingan tidak berusaha
menguasai pengelolaan pemerintah secara langsung.
Jenis-jenis kelompok kepentingan menurut Gabriel a. Almond meliputi:
1. Kelompok anomic adalah kelompok yang terbentuk diantara unsur-unsur dalam masyarakat secara spontan dan hanya seketika, dan arena tidak memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur, maka kelompok ini sering tumpah tindih (overlap).
2. Kelompok Non Assosiasional adalah kelompok yang termaksud kategori kelompok masyarakat awam dan tidak terorganisir rapi dan kegiatannya bersifat temporer.
3. Kelompok Institusional adalah kelompok formal yang memiliki struktur, visi, misi, tugas, fungsi serta sebagai artikulasi kepentingan contohnya: partai politik, korporasi bisnis, badan legislatif dll
4. Kelompok Assosiasional adalah kelompok yang terbentuk dari masyarakat dengan fungsi untuk mengartikulasi kepentingan anggotanya kepada pemerintah atau perusahaan pemilik modal. Contoh Muhammadiyah, KWI dll.
Pengertian
Masyarakat
Masyarakat
dapat mempunyai arti yang luas dan sempit, dalam arti luas masyarakat adalah
ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh
lingkungan, bangsa dan sebagainya.
Syarat-syarat Menjadi Masyarakat
Menurut Marion Levy diperlukan
empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan manusia bisa dikatakan /
disebut sebagai masyarakat.
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem
tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa
hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota
baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.
Tipe
Masyarakat
Dipandang dari cara terbentuknya,
masyarakat dapat dibagi dalam
masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
masyarakat merdeka, yang terbagi dalam :
masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya,
seperti gerombolan, suku, yagn bertalian dengan hubungan darah atau keturunan
masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan
keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan
sabagainya
Perbedaan Desa Dan Kota
jumlah dan kepadatan penduduk
- Lingkungan hidup
- Mata pencaharian
- Corak kehidupan sosial
- Srtratifikasi sosial
- Mobilitas sosial
- Pola interaksi sosial
- Solidaritas sosial
- Kepedudukan dalam hierarki administrasi nasional
- Wisma : Unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsukan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.
- Karya : Unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
- Marga : Unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat yang lainnya didalam kota.
- Suka : Unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hubiran, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian.
- Penyempurna : Unsure ini merupakan bagian yang paling penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam ke empat unsur termasuk fasilita pendidikan dan kesehatan, fasilitas keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Kota mempunyai juga peran dan
fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka
wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya.
Hubungan Timbal Balik Antara Desa
– Kota
Interaksi Desa Kota
Interaksi dapat diartikan sebagai
hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi sehingga menghasilkan efek bagi
kedua belah pihak. Hubungannya dengan desa dan kota, interaksi kedua tempat ini
dipengaruhi oleh munculnya keinginan untuk memenuhi kebutuhan dari kedua
tempat.Pola interaksinya tidak hanya
terbatas pada faktor ekonomi saja tetapi lebih dari itu pola interaksinya
berlangsung dalam seluruh aspek kehidupan. Selain itu, interaksi ini akan
memunculkan gerakan penduduk dari kedua tempat sebagai bentuk nyatanya. Pola
pergerakan penduduk dari desa ke kota atau sebaliknya dapat dengan mudah
dipelajari melalui pendekatan keilmuan geogafi.Karena pada dasarnya, pergerakan
manusia tidak akan pernah luas dari aspek keruangan yang di dalamnya terkandung
berbagai unsur baik unsur fisik, sosial, ekonomi, dan budaya. Sehubungan dengan
adanya pola hubungan ini,Mungkin kalian sekarang sudah
mulai paham isi dari sinopsis yang menyatakan kalau desa dan kota itu ada
hubungan. Hubungan ini dinamakan dengan interaksi wilayah yaitu wilayah desa
dan Kota. Jadi menurutmu apa yang dimaksud dengan interaksi wilayah ( Spatial
Interaction )Interaksi wilayah (Spatial
Interaction) adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua
wilayah atau lebih, yang dapat melahirkan gejala, kenampakkan dan permasalahan
baru, secara langsung maupun tidak langsung, sebagai contoh antara kota dan
desa.
Dari definisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai
berikut :
1. Hubungan timbal – balik terjadi
antara dua wilayah atau lebih
2. Hubungan timbal balik
mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
- Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
- Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
- Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
3. Hubungan timbal balik
menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan
negatif, sebagai contoh :
- kota menjadi sasaran urbanisasi
- terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda
4. Aspek Interaksi Desa – Kota
Di antara kalian ada yang bisa menyebutkan aspek–aspek interaksi desa –
kota? Dalam interaksi desa – kota terdapat beberapa aspek penting yang timbul
akibat interaksi tersebut. Aspek interaksi desa – kota adalah sebagai berikut:
Aspek Ekonomi, meliputi :
- Melancarkan hubungan antara desa dengan kota
- Meningkatkan volume perdagangan antara desa dengan kota
- Menimbulkan perubahan orientasi ekonomi penduduk desa
Aspek Sosial, meliputi :
- Terjadinya mobilitas penduduk desa dan kota
- Terjadinya saling ketergantungan antara desa dengan kota
- Meningkatnya wawasan warga desa akibat terjalinnya pengaruh hubungan antara warga desa dengan warga kota
Aspek Budaya meliputi :
- meningkatnya pendidikan di desa yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah dan siswanya yang bersekolah
- Terjadinya perubahan tingkah laku masyarakat desa yang mendapatkan pengaruh dari masyarakat kota
- Potensi sumber budaya yang terdapat di desa hingga melahirkan arus wisatawan masuk desa
Manfaat Interaksi Desa – Kota
Menurut pemikiran kalian adakah
manfaat dengan adanya interaksi desa – kota? Dengan adanya interaksi desa –
kota dapat memberikan beberapa manfaat bagi desa maupun bagi kota, diantaranya
:
1. meningkatnya hubungan sosial
ekonomi antara penduduk desa dan kota
2. pengetahuan penduduk desa
meningkat
3. dapat menumbuhkan arti
pentingnya pendidikan bagi penduduk desa
Masyarakat Perkotaan
Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan
oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki
berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.Pengertian "kota" sebagaimana yang diterapkan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name)
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ciri – Ciri Masyarakat Perkotaan
sebagai berikut :
- Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Manusia individual (perorangan). Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
- Jalan pikiran rasional, menyebabkan interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
- pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
- kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
- pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
- perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
Aspek positif dan negatif
Aspek positif:
- adanya peran saling melengkapi antara desa dan kota
- kota dan desa adalah saling membutuhkan
- kemajuan desa dapat memacu kemajuan kota begitu sebaliknya
- desa biasanya lebih direndahkan dari kota
- masyarakat kota biasanya tidak bisa menghargai adat yang ada di desa
- kesenjangan sosial yang jauh antar masyarakat kota dan desa dapat menyebabkan perpecahan.
Lima unsur lingkungan perkotaan:
- gedung bangunan perkotaan
- kendaraan motor lalu lintas
- wilayah industri
- polusi udara
- limbah pabrik
fungsi external kota:
- sebagai tempat melakukan politik
- sebagai tempat untuk memperluas jaringan usaha
- sebagai tempat untuk memperoleh ilmu yang tinggi
- sebagai sarana produksi
Masyarakat Pedesaan
Desa adalah suatu kesatuan hukum
dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri, masyarakat
pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga
desa, yaitu perasaan setiap warga / anggota masyarakat yang sangat kuat yang
hakekatnya.
Ciri-ciri desa :
Menurut Lowrrey Nelson (ada 16
ciri) :
- Mata pencaharian : agraris homogen
- Ruang kerja : terbuka, terletak disawah, lading dsb
- Musim/ cuaca : sgt penting untuk tentukan ms tanam/panen
- keahlian/ ketrampilan : umum dan merata untuk setiap orang
- kesaatuan kerja keluarga : sangat umum
- jarak rumah dg tempat kerja : berdekatan
- kepadatan penduduk : rendah / sedikit
- besarnya kelompok : sedikit / kecil
- kontak social : sedikit / pribadi
- rumah : tradisional / pribadi
- lembaga / institusi : kecil / sederhana
- control social : adapt istiadat, kebiasaan
- sifat dari kelompok : bergerak dari kegiatan primer
- mobilitas penduduk : rendah
- status social : stabil
- stratifikasi social : sedikit
Menurut Soerjono Soekanto :
- Kehidupan masyarakat sangat erat dengan alam
- Kehidupan petani sangat bergantung pada musim
- Desa merupakan kesatuan social dan kesatuan kerja
- Struktur perekonomian bersifat agraris
- Hubungan antar anggota masyarakat desa berdasar ikatan kekeluargaan
- Perkembangan social relatif lambat
- Kontrol social ditentukan oleh moral dan hukum informal
- Norma agama dan adat masih kuat .
Ciri-ciri desa di Indonesia
- Masyarakatnya sangat dekat dengan alam
- Kehidupan petani sangat bergantung dengan musim
- Merupakan kesatuan social dan kesatuan kerja
- Jumlah penduduk relative kecil dan wilayah relatif luas
- Struktur ekonomi masyarakat dominant agraris
- Ikatan kekeluargaan erat
- Sosial control ditentukan oleh nilai moral dan hukum internal/ hk. Adapt
- Proses social berjalan lambat
- Penduduk berpendidikan rendah
Menurut Dirjen Bangdes(Pembangunan
Desa)
- Perbandingan lahan dengan manusia(man-land ratio) cukup besar artinya
- lahan dipedesaan relatif luas dari pada jumlah penduduk, sehingga
- kepadaatan penduduknya masih rendah.
- Lapangan kerja yang dominant agraris
- Hubungan warga desa akrab
- Tradisi lama masih berlaku.
- Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
- Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
- Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
- Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya
- Sistem gotong royong, pembagian kerja tidak berdasarkan keahlian
- Cara bertani sangat tradisional dan tidak efisien karena belum mengenal mekanisasi dalam pertanian
- Golongan orang tua dalam masyarakat pedesaan memegang peranan pentin
Macam-Macam Pekerjaan Gotong
Royong
- bertani
- membangun rumah dan tempat peribadatan
- berkebun
- acara-acara kebudayaan
- membersihkan lingkungan bersama
- ronda untuk menjaga keamanan
- bahu-membahu dalam pembangunan desa
Hakikat dan Sifat Masyarakat
Pedesaan
Menurut Ferdinand Tonies:
“Masyarakat pedesaan adalah masayarakat gemeinschaft (paguyuban), dan
paguyubanlah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu
tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.”
Tetapi sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam
gejala, diantaranya sebagai berikut:
a) Konflik (pertengkaran)
Pertengkaran terjadi biasanya
berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar keluar rumah
tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada
masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dsb.
b) Kontroversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan
oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam
hubungannya dengan guna-guna (black magic).
c) Kompetisi (persiapan)
Masyarakat Pedesaan adalah manusia
yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasa dan mempunyai saingan dengan
manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa
positif dan bisa negatif.
d) Kegiatan pada Masyarakat
Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai
penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan
orang lain, jadi jelas bahwa masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang
senang diam-diam tanpa aktivitas.
Sistem Nilai Budaya Petani
Indonesia:
a) Pada dasarnya para petani
menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa,
kesengsaraan. Tetapi mereka menyadari bahwa keburukan harus dihadapi
sebaik-baiknya dengan penuh usaha dan ikhtiar.
b) Mereka beranggapan bahwa
bekerja untuk hidup dan kedudukan jika perlu.
c) Mereka berorientasi masa
sekarang, kurang memperdulikan masa depan dan berharap datangnya kembali sang
ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka.
d) Mereka menganggap bencana harus
diterima dan menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk
menguasainya.
e) Untuk menghadapi masalah mereka
bergotong-royong dalam menyelesaikannya.
Unsur-unsur Desa
Desa mempunyai beberapa unsur
diantaranya :
a) Daerah, merupakan luas dan
batas lingkungan geografis setempat.
b) Penduduk, hal yang meliputi
jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa
setempat.
c) Tata kehidupan, menyangkut
seluk-beluk kehidupan masyarakat desa.
Fungsi Desa
1. Sebagai suatu daerah pemberian
bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, disamping bahan makanan lain
seperti kacang, kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari
hewan.
2. Sebagai lumbung bahan mentah
dan tenaga kerja.
3. Dari segi kegiatan kerja desa
dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan,
dsb.
Peranan yang menyangkut produksi
pangan yang akan menentukan tingkat kerawanan dalam jangka pembinaan ketahanan
nasional. Oleh karena itu, peranan masyarakat pedesaan dalam mencapai sasaran
swasembada pangan adalah penting sekali, bahkan bersifat vital.
PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN
PERKOTAAN
Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan
berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa.
Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum
alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas”
dari realitas alam.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah
perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian
berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari
komunitas perkotaan.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila
dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas
kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri
sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak
pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota
sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam
perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi
pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam
bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas
piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari
masyarakat.
SUMBER DATA :
http://cahyamenethil.wordpress.com/2010/11/29/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/http://krblanglangbuana.wordpress.com/2012/03/22/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/
http://indahpurnamawati.blogdetik.com/category/ciri-ciri-desa/
http://sylviapinklovers.blogspot.com/2012/06/perbedaan-masyarakat-pedesaan-dan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/pengertian-masyarakat-pedesaan/
http://vncyssie.wordpress.com/2010/11/24/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar