PENGERTIAN STANDAR TEKNIK DAN STANDAR MANAJEMEN
Pengertian standar teknik?
Standard Teknik adalah serangkaian eksplisit syarat yang harus
dilengkapi oleh bahan, produk, atau layanan. Jika bahan, produk atau jasa gagal
melengkapi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku, kemungkinan akan
disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Sebuah standard teknik dapat
dikembangkan secara pribadi, misalnya oleh suatu perusahaan, badan pengawas,
militer, dll: ini biasanya di bawah payung suatu sistem manajemen mutu . juga
dapat dikembangkan dengan standar organisasi yang memiliki lebih beragam input
dan biasanya dikembangkan dengan sukarela standar : ini bisa menjadi wajib jika
diadopsi oleh suatu pemerintahan,kontrakbisnis,dll.Istilah standard teknik yang
digunakan sehubungan dengan lembar data (atau lembar spec). Sebuah lembar data
biasanya digunakan untuk komunikasi teknis untuk menggambarkan karakteristik teknis
dari suatu item atau produk. Hal ini dapat diterbitkan oleh produsen untuk
membantu orang memilih produk atau untuk membantu menggunakan produk.
2. Macam-macam standar teknik
ANSI ( American National Standard Institute )
Sebagai suara standar AS dan sistem penilaian kesesuaian, American
National Standards Institute (ANSI) memberdayakan anggotanya dan konstituen
untuk memperkuat posisi pasar AS dalam ekonomi global sambil membantu untuk
menjamin keselamatan dan kesehatan konsumen dan perlindungan dari lingkungan.
Ada banyak peralatan proteksi yang ada pada bay penghantar maupun bay trafo.
Masing -masing peralatan proteksi tersebut dalam rangkaian satu garis
digambarkan dalam bentuk lambang / kode. Berikut adalah Kode dan lambang
rele Proteksi berdasarkan standar ANSI C37-2 dan IEC 60617.
ASME ( American Society of Mechanical Engineer )
Memiliki satu standar
global menjadi semakin penting sebagai perusahaan
menggabungkan melintasi batas internasional, dibantu oleh perjanjian perdagangan regional seperti North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan yang ditetapkan
oleh UniEropa (UE),yang telah memfasilitasi merger internasional melalui penurunan tarif pada impor.Perusahaan yang terlibat dalam konsolidasi ini digunakan untuk menjual hanya satu pasar,sekarang menemukan diri mereka jual ke pasar global .
Di bawah ini adalah Overview dari Code dan Standard ASME yang biasa di pakai oleh para Engineer untuk mendesign di pabrik baik itu oil & gas atau pulp & paper atau chemical plant atau apalah yang menggunakan code dan Standard ASME.
ASME / ANSI B16 - Standar Pipes and Fittings yang ASME B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan besi tempa The ASME - American Society of Mechanical Engineers - ASME / ANSI B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan baja tempa. ASME / ANSI B16.1 - 1998 - Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens Standar ini untuk Kelas 25, 125, dan 250 Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens meliputi:
(a) tekanan-suhu peringkat,
(b) ukuran dan metode mengurangi bukaan menunjuk fitting,
(c) tanda,
(d) persyaratan minimum untuk bahan,
(e) dimensi dan toleransi,
menggabungkan melintasi batas internasional, dibantu oleh perjanjian perdagangan regional seperti North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan yang ditetapkan
oleh UniEropa (UE),yang telah memfasilitasi merger internasional melalui penurunan tarif pada impor.Perusahaan yang terlibat dalam konsolidasi ini digunakan untuk menjual hanya satu pasar,sekarang menemukan diri mereka jual ke pasar global .
Di bawah ini adalah Overview dari Code dan Standard ASME yang biasa di pakai oleh para Engineer untuk mendesign di pabrik baik itu oil & gas atau pulp & paper atau chemical plant atau apalah yang menggunakan code dan Standard ASME.
ASME / ANSI B16 - Standar Pipes and Fittings yang ASME B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan besi tempa The ASME - American Society of Mechanical Engineers - ASME / ANSI B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan baja tempa. ASME / ANSI B16.1 - 1998 - Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens Standar ini untuk Kelas 25, 125, dan 250 Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens meliputi:
(a) tekanan-suhu peringkat,
(b) ukuran dan metode mengurangi bukaan menunjuk fitting,
(c) tanda,
(d) persyaratan minimum untuk bahan,
(e) dimensi dan toleransi,
JIS (JAPANESE INDUSTRIAL
STANDARD)
Standar Industri Jepang
(JIS) menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di
Jepang. Proses standarisasidikoordinasikan
oleh Jepang Komite Standar Industri dan dipublikasikan
melaluiAsosiasi Standar Jepang. Di era Meiji, perusahaan
swasta bertanggung jawab untuk membuat standar
meskipun pemerintah Jepang tidak memiliki standar
dan dokumen spesifikasiuntuk tujuan pengadaan untuk
artikel tertentu, seperti amunisi. Ini diringkas untuk
membentuk standar resmi (JES lama) pada tahun 1921.Selama
Perang Dunia II, standar disederhanakan didirikan
untuk meningkatkan produksi materiil. Orang
Jepang ini Standards
Association didirikan setelah kekalahan Jepangdalam Perang
Dunia II pada 1945. Para Industri Jepang Komite
Standarperaturan yang diundangkan pada tahun 1946, standar
Jepang (JES baru) dibentuk.
Hukum Standardisasi Industri disahkan pada 1949, yang
membentuk landasanhukum bagi Standar hadir Industri Jepang
(JIS).
Hukum Standardisasi Industri direvisi pada tahun 2004 dan “JIS tanda” (produksistem sertifikasi) diubah; sejak 1 Oktober 2005, baru JIS tanda telah diterapkanpada sertifikasi ulang. Penggunaan tanda tua diizinkan selama masa transisi tiga tahun (sampai 30 September 2008), dan setiap produsen mendapatkansertifikasi baru atau memperbaharui bawah persetujuan otoritas telah mampuuntuk menggunakan merek JIS baru. Oleh karena itu semua JIS-bersertifikatproduk Jepang telah memiliki JIS tanda baru sejak 1 Oktober 2008.
Hukum Standardisasi Industri direvisi pada tahun 2004 dan “JIS tanda” (produksistem sertifikasi) diubah; sejak 1 Oktober 2005, baru JIS tanda telah diterapkanpada sertifikasi ulang. Penggunaan tanda tua diizinkan selama masa transisi tiga tahun (sampai 30 September 2008), dan setiap produsen mendapatkansertifikasi baru atau memperbaharui bawah persetujuan otoritas telah mampuuntuk menggunakan merek JIS baru. Oleh karena itu semua JIS-bersertifikatproduk Jepang telah memiliki JIS tanda baru sejak 1 Oktober 2008.
SNI (STANDAR NASIONAL INDONESIA)
Salah satu contoh standart teknik adalah SNI ( Standart
Nasional Indonesia ). SNI adalah satu – satunya standart yang berlaku secara
nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus
memenuhi standart SNI ini. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara
para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good
practice, yaitu:
1. Openess : Terbuka agar semua
stakeholder dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
2. Transparency: agar stakeholder yang
berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI dari tahap pemrograman dan
perumusan sampai ke tahap penetapannya.
3. Consensus and impartiality : agar semua
stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
4. Effectiveness and
relevance: memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan
kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
5. Coherence: Koheren dengan
pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak
terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan
internasional.
6. Development dimension (berdimensi
pembangunan): agar
memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan
daya saing perekonomian nasional. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan
ditetapkan oleh BSN yaitu untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan
kegiatan di bidang standardisasi secara nasional menjadi tanggung jawab Badan
Standardisasi Nasional (BSN). Contoh Standart Nasional Indonesia yang
telah diterapkan di Indonesia salah satunya adalah tentang penggunaan Informasi
dan Dokumentasi – Internasional Standard Serial Number (ISSN). SNI ini
merupakan adopsi identic dari ISO 3297:2007, ini dirumuskan oleh Panitia Teknis
01-03, Informasi dan Dokumentasi, dan telah dibahas dirapat konsensus pada 21
November 2007 di Jakarta. Rapat dihadiri oleh wakil dari produsen, kelompok
pakar, himpunan profesi, dan instansi terkait lainnya.
Kebutuhan kode pengenal ringkas dan unik sudah menjadi
kebutuhan bagi semua pihak, pertukaran informasi yang baik diantara
perpustakaan, produsen abstrak, dan pengguna data, maupun diantara pemasok,
distributor dan perantara lainnya menyebabkan terciptanya kode standart.
Standart nasional ini menjelaskan dan memasyarakatkan penggunaan kode stansart
(ISSN) sebagai identifikasi unik untuk terbitan berseri dan sumber daya
berlanjut lainnya. ISSN adalah nomor denan 8 digit, termasuk digit cek,
dan diketahui oleh ISSN yang diberikan kepada sumberdaya berlanjut oleh jaringan
ISSN.
Susunan ISSN :
· ISSN terdiri atas delapan
digit berupa angka 0 sampai 9, kecuali digit terakhir (posisi paling kanan)
yang dapat juga berupa huruf besar X. digit terakhir dapat menjadi digit cek.
· Digit cek dihitung
berdasarkan modulus 11 dengan bobot 8 sampai 2 dan X harus digunakan sebagai
digit cek bila digit cek adalah 10.
· ISSN harus didahului dengan
singkatan ISSN dan satu spasi, serta ditampilkan dalam dua kelompok yang masing
– masing terdiri atas empat digit yang dipisahkan oleh tanda hugung. Contoh :
ISSN 0251 – 1479.
Pemberian ISSN
· ISSN hanya diberikan oleh
pusat dalam jaringan ISSN. Jaringan ISSN adalah lembaga kolektifyang terdiri
atas Pusat Internasional ISSN serta pusat nasional dan regional yang menjalankan
administrasi pemberian ISSN.
· Metadata untuk sumber daya
berlanjut yang mendapatkan ISSN harus dikumpulkan dan diserahkan pada waktu
yang ditentukan oleh Pusat Internasional ISSN ke Register ISSN oleh pusat dalam
jaringan ISSN yang mendaftar sumber daya berlanjut.
· Untuk setiap sumber daya
berlanjut dalam media tertentu sebagaimana ditentukan dalam ISSN Manual hanya
diberikan satu ISSN.
· Setiap ISSN terkait
selamanya dengan judul kunci yang ditetapkan oleh jaringan ISSN pada saat
pendaftaran.
· Bila suatu sumber daya
berlanjut diterbitkan dalam media yang berbeda dengan judul yang sama atau
berbeda, ISSN dan judul kunci yang berlainan harus diberikan untuk setiap
edisi.
· Bila sumber daya berlanjut
mengalami perubahan berarti dalam judul atau perubahan besar lain seperti yang
disebut dalam ISSN Manual, ISSN baru harus diberikan dan judul kunci baru harus
dibuat.
· ISSN yang telah diberikan
untuk sumber daya berlanjut tidak dapat diubah, diganti atau digunakan lagi
untuk terbitan lain.
· Judul kunci ditetapkan atau
disahkan oleh pusat ISSN yang bertanggung jawab atas pendaftaran sumber daya
berlanjut, sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam ISSN Manual.
· Pemberian ISSN kepada sumber
daya berlanjut tidak dapat diartikan atau dianggap sebagai bukti hokum
kepemilikan hak cipta atas suatu terbitan atau isinya
ASTM (American Society for Testing and Materials)
ASTM International, sebelumnya dikenal sebagai American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM), adalah pemimpin global yang diakui dalam pengembangan dan pengiriman standar internasional konsensus sukarela. Hari ini, sekitar 12.000 ASTM standar yang digunakan di seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas produk, meningkatkan keamanan, memfasilitasi akses pasar dan perdagangan, dan membangun kepercayaan konsumen.
ASTM kepemimpinan dalam pembangunan standar internasional didorong oleh kontribusi dari anggotanya: lebih dari 30.000 pakar top dunia teknis dan profesional bisnis yang mewakili 135 negara. Bekerja dalam suatu proses terbuka dan transparan dan menggunakan infrastruktur canggih elektronik ASTM, anggota ASTM memberikan metode pengujian, spesifikasi, panduan, dan praktek-praktek yang mendukung industri dan pemerintah di seluruh dunia.
TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
The Tubular Exchanger Manufacturers Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh tahun.
Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik.
TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur. Organisasi internal meliputi berbagai subdivisi berkomitmen untuk memecahkan masalah teknis dan meningkatkan kinerja peralatan. Upaya teknis koperasi menciptakan jaringan yang luas untuk pemecahan masalah, menambah nilai dari desain untuk fabrikasi.
Apakah memiliki penukar panas yang dirancang, dibuat atau diperbaiki, Anda dapat mengandalkan pada anggota TEMA untuk memberikan desain, terbaru efisien dan solusi manufaktur. TEMA adalah cara berpikir – anggota tidak hanya meneliti teknologi terbaru, mereka menciptakan itu.
Selama lebih dari setengah abad tujuan utama kami adalah untuk terus mencari inovasi pendekatan untuk aplikasi penukar panas. Akibatnya, anggota TEMA memiliki kemampuan yang unik untuk memahami dan mengantisipasi kebutuhan teknis dan praktis pasar saat ini.
ASTM International, sebelumnya dikenal sebagai American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM), adalah pemimpin global yang diakui dalam pengembangan dan pengiriman standar internasional konsensus sukarela. Hari ini, sekitar 12.000 ASTM standar yang digunakan di seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas produk, meningkatkan keamanan, memfasilitasi akses pasar dan perdagangan, dan membangun kepercayaan konsumen.
ASTM kepemimpinan dalam pembangunan standar internasional didorong oleh kontribusi dari anggotanya: lebih dari 30.000 pakar top dunia teknis dan profesional bisnis yang mewakili 135 negara. Bekerja dalam suatu proses terbuka dan transparan dan menggunakan infrastruktur canggih elektronik ASTM, anggota ASTM memberikan metode pengujian, spesifikasi, panduan, dan praktek-praktek yang mendukung industri dan pemerintah di seluruh dunia.
TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
The Tubular Exchanger Manufacturers Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh tahun.
Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik.
TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur. Organisasi internal meliputi berbagai subdivisi berkomitmen untuk memecahkan masalah teknis dan meningkatkan kinerja peralatan. Upaya teknis koperasi menciptakan jaringan yang luas untuk pemecahan masalah, menambah nilai dari desain untuk fabrikasi.
Apakah memiliki penukar panas yang dirancang, dibuat atau diperbaiki, Anda dapat mengandalkan pada anggota TEMA untuk memberikan desain, terbaru efisien dan solusi manufaktur. TEMA adalah cara berpikir – anggota tidak hanya meneliti teknologi terbaru, mereka menciptakan itu.
Selama lebih dari setengah abad tujuan utama kami adalah untuk terus mencari inovasi pendekatan untuk aplikasi penukar panas. Akibatnya, anggota TEMA memiliki kemampuan yang unik untuk memahami dan mengantisipasi kebutuhan teknis dan praktis pasar saat ini.
DIN ( Deutsches Institut fur Normung )
DIN, Institut Jerman untuk Standardisasi, menawarkan stakeholder platform untuk pengembangan standar sebagai layanan untuk industri, negara dan masyarakat secara keseluruhan. Sebuah organisasi nirlaba terdaftar, DIN telah berbasis di Berlin sejak tahun 1917. DIN tugas utama adalah untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan standar berbasis konsensus yang memenuhi persyaratan pasar. Beberapa 26.000 pakar menyumbangkan keahlian dan pengalaman mereka dengan perjanjian process.By standardisasi dengan Pemerintah Federal Jerman, DIN adalah standar nasional diakui tubuh yang mewakili kepentingan Jerman dalam organisasi standar Eropa dan internasional. Sembilan puluh persen dari standar kerja sekarang dilakukan oleh DIN bersifat internasional di alam.
DIN, Institut Jerman untuk Standardisasi, menawarkan stakeholder platform untuk pengembangan standar sebagai layanan untuk industri, negara dan masyarakat secara keseluruhan. Sebuah organisasi nirlaba terdaftar, DIN telah berbasis di Berlin sejak tahun 1917. DIN tugas utama adalah untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan standar berbasis konsensus yang memenuhi persyaratan pasar. Beberapa 26.000 pakar menyumbangkan keahlian dan pengalaman mereka dengan perjanjian process.By standardisasi dengan Pemerintah Federal Jerman, DIN adalah standar nasional diakui tubuh yang mewakili kepentingan Jerman dalam organisasi standar Eropa dan internasional. Sembilan puluh persen dari standar kerja sekarang dilakukan oleh DIN bersifat internasional di alam.
ASTM (American
Standard Testing and Material)
ASTM Internasional merupakan organisasiinternasional sukarela yang mengembangkan
standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM
Internasional yang berpusat di Amerika
Serikat.
ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri. Contoh Standar di atas sangat membantu dalam proses produksi. misalnya dapat mempredisikan tingkat keamanan bahan ataupun ketersediaan bahan di pasaran.
ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri. Contoh Standar di atas sangat membantu dalam proses produksi. misalnya dapat mempredisikan tingkat keamanan bahan ataupun ketersediaan bahan di pasaran.
API ( American Petroleum
Institute )
API adalah standard yang
dibikin oleh American Petroleum Institute untuk memberikan
ranking bagi viskositas dan kandungan oli yang berlaku. Ijin oli dari berbagai
perusahaan yang berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard bobot
viskositas. Juga ijin oli dari berbagai perusahaan berbeda dibandingkan dalam
rangka menciptakan standard formulasi isi kandungan oli ( terutama untuk
meyakinkan isi kandungan oli sesuai dengan aturan system control polusi yang
dikeluarkan pemerintah, seperti katalitik converter, tetapi standard ini lebih
mengacu pada oli untuk mesin mobil daripada untuk mesin motor.Standar API
dipengaruhi oleh mandat pemerintah ( seperti control terhadap polusi ), jadi
oli yang memenuhi standard rating lebih baru/tinggi bukan berarti performanya
lebih baik ( atau bahkan sama ) dengan oli dengan rating yang lebih tua, ini
bergantung pada tipe mesin motor anda. Standar API dibuat untuk mesin mobil,
bukan mesin motor. yang ini udah usang, juarang banged ada lagi di pasaran.
Sebaiknya Jangan digunakan untuk sepeda motor. Secara teknik usang, tetapi
masih banyak digunakan untuk oli sepeda motor. Termasuk atria
motor semplakan dan kesayangan kita semua. Masih banyak oli sepeda motor
yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam ranking SF/SG (seperti yang
ditawarkan Castrol, Mobil, Top one, dll ) dan banyak juga sepeda motor yang
menggunakan spesifikasi oli ranking ini, seperti Yamaha Vega (Yamalube 4 API
Service SF, SAE20w-40).
ISO ( International
Standard Organitation )
Organisasi Internasional
untuk Standardisasi (bahasa Inggris: International Organization for Standardization
disingkat ISO atau Iso) adalah badan penetap standarinternasional yang terdiri dari wakil-wakil
dari badan
standardisasi nasional setiap
negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan
ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa
yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat
pada kata isometrik atau isonomi. Didirikan pada 23 Februari1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia.
ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk
membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu
telepon, kartu ATM Bank,
ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam menetapkan suatu standar
tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam
Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).
Meski ISO adalah organisasi
non pemerintah, kemampuannya untuk
menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar
nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi
non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan
hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu
badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO
bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap
standardisasi peralatan elektronik.
Penerapan ISO di suatu
perusahaan berguna untuk:
· Meningkatkan citra perusahaan
· Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
· Meningkatkan efisiensi kegiatan
· Memperbaiki manajemen organisasi dengan
menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan,
do, check, act)
· Meningkatkan penataan terhadap ketentuan
peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
· Mengurangi risiko usaha
· Meningkatkan daya saing
· Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan
baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
· Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra
kerja/pemodal
ISO 9000 adalah kumpulan
standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176
ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standarisasi.
ISO4217 adalah standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardizationatau ISO yang berisi kode tiga huruf (juga
disebut dengan kode mata uang) yang mendefinisikan namamata uang. Daftar kode ISO 4217 dipakai olehperbankan danbisnis di seluruh dunia untuk mendefinisikan mata uang. Di beberapa
negara, kode-kode mata uang tersebut sudah dikenal luas sehingga nilai kurs yang diumumkan di surat kabardan bankmenggunakan kode-kode ini dibandingkan nama mata uang yang telah
diterjemahkan atau simbol mata uang lainnya.
ISO 3166-2 adalah
bagian kedua dari standar ISO 3166. Ini adalah sistem kode geografi
yang diciptakan untuk mengkode nama sub-bagian dari negara. (Wilayah sub-nasional danarea-bergantung). Tujuan dari standar ini adalah untuk mengadakan seri singkatan
nama tempat sedunia, digunakan untuk label paket, wadah, dll; di mana kode
alphanumerik dapat memberitahu lokasi suatu tempat dengan lebih praktis dan
tempat yang mempunyai nama sama dari nama lengkapnya. Ada 3700 kode berbeda
dalam standar ini.
AWS ( Alliance for Water Stewardship )
Ini spesifikasi dijelaskan untuk batang kawat per JIS G 3503 atau
Standar AWS digunakan untuk kawat inti elektroda baja ringan untuk busur
pengelasan baja struktural dan dilapisi tembaga CO2
NEN (Nederlands Norm).
NEN adalah singkatan dari NEderlandse Norm,
dan sejak 8 Mei 2000 nama kemitraan yang erat dari Belanda itu berubah menjadi
Institut Standarisasi dan NEC (yang mengkhususkan diri dalam standarisasi
teknik elektro dan ICT). Kedua organisasi yang bekerja digabungkan dari satu
tempat penampungan ke Delft, meskipun masing-masing masih dengan papan
sendiri.NEN memandu pengembangan standar. Dan merangsang Standar aturan yang
memasarkan produk satu sama lain tentang kualitas dan keamanan produk mereka,
layanan dan proses. Sebagai NEN pihak netral mengidentifikasi yang memerlukan
standar dan membawa para pemangku kepentingan organisasi bersama-sama untuk
membiayai ini dan mengembangkan standar. NEN juga mengelola dan
menerbitkan standar yang berlaku Belanda di berbagai bidang. Ada lebih dari
1500 standar tertentu di Belanda, dan ada lebih banyak lagi yang
berlaku di Belanda, karena mereka berasal dari Eropa ( NEN - EN Eurocodes ),
atau berlaku secara global (ISO).Sebenarnya, hampir semua yang tersedia memiliki
standar, dari peralatan untuk perlindungan data pribadi, metode pemeriksaan,
ukuran kertas sampai dengan ketahanan api bahan bangunan dan penomoran minggu,
dan disebut standar ISO 9000 dan BS 1010.
Standar manajemen adalah struktur
tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang
kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen akan
lebih spesifik jika menjadi standar manajemen mutu, untuk mendukung
standarisasi pada setiap mutu produk yang di hasilkan perusahan maka hadirlah
Organisasi Internasional untuk Standarisasi yaitu Internasional Organization
for Standardization (ISO) berperan sebagai badan penetap standar internasional
yang terdiri dari wakil-wakil badan standarisasi nasional setiap negara.
ISO didirikan pada 23 februari 1947, ISO
menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia, ISO adalah jaringan
institusi standar nasional dari 148 negara, pada dasarnya satu anggota
pernegara, ISO bukan organisasi pemerintah ISO menempati posisi spesial diantara
pemerintah dan swasta. Oleh karena itu, ISO mampu bertindak sebagai organisasi
yang menjembatani dimana konsensus dapat diperoleh pada pemecahan masalah yang
mempertemukan kebutuhan bisnis dan kebutuhan masyarakat.
Proses sertifikasi untuk persyaratan Standar
Sistem Manajemen Mutu, misalnya ISO 9001:2000, adalah diakui sebagai suatu
upaya dan cara uji dari peningkatan kinerja dan produktifitas perusahaan dan
juga sebagai pembanding terhadap hasil kerja dan pencapaian keunggulan bisnis.
Yang dimaksud mutu disini adalah gambaran dan karakteristik konsumen atau
pelanggan dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam memuaskan
konsumen sesuai dengan kebutuhan yang di tentukan.
ISO 9000
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem
manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu
organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali
dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization
Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk
standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan
ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan
menjadi up to date dan relevan untuk organisasi.
Revisi terhadap standar ISO 9000 telah
dilakukan pada tahun 1994 dan tahun 2000.
1. Adanya satu set prosedur yang
mencakup semua proses penting dalam bisnis.
2. Adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem
menghasilkan produk-produk
berkualitas.
3. Tersimpannya data dan arsip
penting dengan baik.
4. Adanya pemeriksaan
barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak,
dengan disertai tindakan perbaikan yang benar
apabila dibutuhkan.
5. Secara teratur meninjau
keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.
Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah
diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam
ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau
"ISO 9001 Registered".
Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000
standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan.
Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten
dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut. Walaupan standar-standar
ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke
berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.
Kumpulan Standar ISO 9000
ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:
1. ISO 9000 -
Quality Management Systems - Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-
dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem
Manajemen Mutu (SMM).
2. ISO 9001 -
Quality Management Systems - Requirements: ditujukan untuk digunakan di
organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau
melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini
memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi
apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang
dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut.
Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi
oleh pihak ketiga.
3. ISO 9004 -
Quality Management Systems - Guidelines for Performance Improvements: mencakup
perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan
tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk
lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi, hanya
memberikan masukan saja.
Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam
kumpulan ISO 9000, dimana banyak juga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor
"ISO 900x" seperti di atas. Beberapa standar dalam area ISO 10000
masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. Sebagai contoh ISO
10007:1995 yang mendiskusikan Manajemen Konfigurasi dimana di kebanyakan
organisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen.
ISO mencatat "Perhatian terhadap sertifikasi
sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan
standar ISO 9000 ... Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika
standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga
seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan". Sebagai catatan, ISO
9001, ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO 9001. Kebanyakan,
sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya "ISO 9000
Registered" biasanya merujuk pada ISO 9001. ..
SYSTEM MANAJEMEN PRODUKSI TQM
Total Quality MANAGEMENT (TQM) mengacu pada
penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok
hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan
perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa
penting bagi pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan
berkualitas, yaitu
1. Kualitas
meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2. Kualitas
mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
3. Kualitas merupakan kondisi
yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin dianggap
kurang berkualitas pada saat yang lain).
4. Kualitas merupakan suatu
kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu
perbaikan berkesinambungan, Six Sigma, pemberdayaan pekerja, benchmarking,
just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan pengetahuan perangkat TQM
STANDAR MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA
Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara umum merujuk pada 2 (dua) sumber,
yaitu Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja dan pada Standar OHSAS 18001:2007 Occupational Health and
Safety Management Systems.
Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem
secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan,
tanggung-jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan
bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengajian dan pemeliharaan kebijakan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan
dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan
produktif. Sedangkan Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja) menurut standar OHSAS 18001:2007 ialah bagian dari sebuah
sistem manajemen organisasi (perusahaan) yang digunakan untuk mengembangkan dan
menerapkan Kebijakan K3 dan mengelola resiko K3organisasi (perusahaan)
tersebut.
Elemen-Elemen Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja bisa beragam tergantung dari sumber (standar) dan aturan yang
kita gunakan. Secara umum, Standar Sistem Manajemen Keselamatan Kerja yang
sering (umum) dijadikan rujukan ialah Standar OHSAS 18001:2007, ILO-OSH:2001
dan Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.
STANDAR MANAJEMEN LINGKUNGAN
Standar Manajemen adalah serangkaian
syarat-syarat dan sistem-sistem yang harus dipenuhi dalam mengatur permasalahan
yang ada di dalam suatu bidang. Standar-standar manajemen terdiri dari ISO
14000, ISO 9000, OHSAS 18000 dan lain-lain.
ISO 14000
Standar manajemen lingkungan yang sifatnya
sukarela tetapi konsumen menuntut produsen untuk melaksanakan program
sertifikasi tersebut. Pelaksanaan program sertifikasi ISO 14000 dapat dikatakan
sebagai tindakan proaktif dari produsen yang dapat mengangkat citra perusahaan
dan memperoleh kepercayaan dari konsumen. Dengan demikian maka pelaksanaan
Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berdasarkan Standar ISO Seri 14000 bukan
merupakan beban tetapi justru merupakan kebutuhan bagi produsen (Kuhre, 1996).
ISO 9000
Kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu
(SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional
di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh
International Organization for Standardization Technical Committee
(ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem
manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima
tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to datedan relevan
untuk organisasi. Revisi terhadap standar ISO 9000 telah dilakukan pada tahun
1994 dan tahun 2000.
OHSAS 18000
Standar
OHSAS 18000 merupakan spesifikasi dari system manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja Internasional untuk membantu organisasi mengendalikan resiko
terhadap kesehatan dan keselamatan personilnya.
ISO 14000
Standar manajemen lingkungan yang sifatnya
sukarela tetapi konsumen menuntut produsen untuk melaksanakan program
sertifikasi tersebut. Pelaksanaan program sertifikasi ISO 14000 dapat dikatakan
sebagai tindakan proaktif dari produsen yang dapat mengangkat citra perusahaan
dan memperoleh kepercayaan dari konsumen. Dengan demikian maka pelaksanaan
Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berdasarkan Standar ISO Seri 14000 bukan
merupakan beban tetapi justru merupakan kebutuhan bagi produsen (Kuhre, 1996).