Pengertian Penulisan Ilmiah
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis
berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari
definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah
laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri
khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal,
majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain
yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.
Karya
tulis ilmiah dikategorikan ke dalam 11 macam, di antaranya:
§ Laporan penelitian adalah laporan yang ditulis
berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas
dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen
Kebudayaan, dsb.
§ Skripsi adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan
gelar akademik sarjana strata satu (Si).
§ Tesis adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar
akademik strata dua (S2), yaitu Master.
§ Disertasi adalah tulisan ilmiah untuk
mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
§ Surat pembaca adalah surat yang berisi kritik dan
tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
§ Laporan kasus adalah tulisan mengenai
kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
§ Laporan tinjauan adalah tulisan yang berisi
tinjauan karya ilmiah dalam kurun waktu tertentu. Misalnya
Biologi-calAnthropohgy in the Americas: ¡900-2000.
§ Resensi adalah tanggapan terhadap suatu
karangan atau buku yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi
pembaca.
§ Monograf adalah karya asli menyeluruh dari
suatu masalah. Monograf ini dapat berupa tesis ataupun disertasi.
§ Referat adalah tinjauan mengenai karangan
sendiri dan karangan orang lain.
§ Kabilitasi adalah karangan-karangan penting
yang dikerjakan sarjana Departemen Pendidikan Nasional untuk bahan kuliah.
Adapun ciri dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Objektif.
2. Keobjektifan ini menampak pada setiap
fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak
dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan
bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat
mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
3. Netral.
4. Kenetralan ini bisa terlihat pada
setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu
baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan
yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
5. Sistematis.
6. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah
dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya
pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian,
pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
7. Logis.
8. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola
nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud
menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau
bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
9. Menyajikan fakta (bukan emosi atau
perasaan).
10. Setiap pernyataan, uraian, atau
simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena
itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang
berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti
orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar)
hendaknya dihindarkan.
11. Tidak Pleonastis
12. Maksudnya kata-kata yang digunakan
tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung
tepat menuju sasaran).
13. Bahasa yang digunakan adalah ragam
formal.
Tujuan Dan Kegunaan
Pada hakikatnya penulisan karya ilmiah pada mahasiswa bertujuan:
·
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya
dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
·
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya
menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil
(produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama
setelah penyelesaian studinya.
·
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana
transformasi pengetahuan antara STAIN dengan masyarakat, atau orang-orang yang
berminat membacanya.
·
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam
menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang
bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat
aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta
penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri
dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian
penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti
merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari
beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan
serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan
prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga
merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan
suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan,
juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki
masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat penelitian dapat
dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk
melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di
antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan
tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian
merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui
sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan
kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan
penelitian.
Adapun tujuan Penelitian adalah penemuan, pembuktian dan pengembangan
ilmu pengetahuan.
- Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian
merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
- Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian
digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau
pengetahuan tertentu.
- Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian
digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah,
memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
- Memahami
masalah.
Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu
masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
- Memecahkan
masalah.
Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau
menghilangkan masalah.
Mengantisipasi
masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayBerikut
akan dijabarkan secara kompleks tentang bentuk-bentuk konkret dari penelitian –pengertian
beserta contohnya- antara lain:
a.
Eksperimen
Penelitian
eksperimental merupakan bentuk penelitian percobaan yang berusaha untuk
mengisolasi dan melakukan kontrol setiap kondisi-kondisi yang relevan dengan
situasi yang diteliti kemudian melakukan pengamatan terhadap efek atau pengaruh
ketika kondisi-kondisi tersebut dimanipulasi. Dengan kata lain, perubahan atau
manipulasi dilakukan terhadap variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada
variabel terikat. Menurut Emzir (2008:96-103) desain penelitian ekperimen
dibagi menjadi empat bentuk yakni, pre-experimental design, true
experimental design, quasy experimental design dan factorial
design.
Contoh:
Pengaruh
Penerapan Strategi Pembelajaran TANDUR Berbantuan Web Interaktif Terhadap Hasil
Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Malang. (Kuasi
Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 MalangTahun Ajaran 2010/2011).
(Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).
b.
Deskriptif
Penelitian
deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk
menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat
yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada
variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya.
Penggambaran kondisi bisa individual atau menggunakan angka-angka.
(Sukmadinata, 2006:5)
Penelitian
deskriptif, bisa mendeskripsikan suatu keadaan saja, tetapi bisa juga
mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya, penelitian
demikian disebut penelitan perkembangan (Developmental Studies). Dalam
penelitian perkembangan ini ada yang bersifat longitudinal atau
sepanjang waktu dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam
potongan waktu.
Contoh:
Manajemen
Pengembagan Kinerja Guru SMK se-Kabupaten Kuningan: Studi Tentang
Kepemimpinan Entrepeuneur Dan Sistem kompensasi Kreativitas dan Kinerja
Inovatif. (Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi
tidak diterbitkan).
c.
Korelasional
Penelitian
korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna
menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau
lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel yang penting, karena dengan
mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya
sesuai dengan tujuan penelitian. (Sukardi, 2003:166)
Penelitian
korelasi merupakan bentuk penelitian untuk memeriksa hubungan diantara dua
konsep. Secara umum ada dua jenis pernyataan yang menyatakan hubungan, yaitu:
(1) gabungan antara dua konsep, ada semacam pengaruh dari suatu konsep terhadap
konsep yang lain; (2) hubungan kausal, ada hubungan sebab akibat. Pada hubungan
kausal, penyebab diferensikan sebagai varibel bebas dan akibat direferensikan
sebagai variabel terikat. Pada penelitian korelasi tidak ada kontrol atau
manipulasi terhadap variabel.
Contoh:
Hubungan
Antara Penerimaan Diri dengan Kompetensi Interpersonal Pada Remaja (Studi korelasi
pada remaja tunanetra yang mengalami ketunanetraan tidak sejak dari lahir di
PSBN Wyata Guna Bandung). (Sumber: repository.upi.edu).
d.
Komparatif
Penelitian
kausal komparatif atau penelitian ex post facto adalah penyelidikan
empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variabel bebas secara
langsung karena eksistensi variabel tersebut telah terjadi. Pendekatan dasar
klausa komparatif melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari
mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya kemudian dia
berusaha mencari kemungkinan variabel penyebabnya.
Penelitian
komparatif membandingkan situasi masa lalu dan saat ini atau situasi-situasi
paralel yang berbeda, khusunya apabila peneliti tidak memiliki kontrol terhadap
situasi yang diteliti. Penelitian ini bisa memiliki perspektif makro (misal:
internasional,nasional) dan mikro (misal: komunitas, individu).
Contoh:
Studi
Komparatif Penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL)dengan
Model Problem Based Learning (PBL) dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Pada Standar Kompetensi Menganalisis Rangkaian Listrik dan
Elektronika Di SMKN 12 Bandung. (Sumber: repository.upi.edu).
e.
Evaluasi
Penelitian
evaluasi merupakan bentuk penelitian yang bertujuan untuk memriksa proses
perjalanan suatu program sekaligus menguraikan fakta-fakta yang bersifat
kompleks dan terlibat di dalam program. Misalnya adalah keefektifan,efisiensi dan
kemenarikan suatu program (Mukhadis, 2013:61).
Contoh:
Evaluasi
Proses Pembelajaran TIK SMA Negeri di Kota Malang Berdasarkan Pada Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang
Standar Proses. (Deskriptif tentang kondisi proses pembelajaran mata pelajaran
TIK SMA di Kota Malang Tahun Ajaran 2010/2011 dengan jumlah populasi 10 SMA
Negeri dan sampel penelitian sebanyak 5 SMA Negeri).(Sumber: perpustakaan
Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).
f.
Simulasi
Penelitian
simulasi merupakan bentuk penelitian yang bertujuan untuk mencari gambaran
melalui sebuah sistem berskala kecil atau sederhana (model) dimana di dalam
model tersebut akan dilakukan manipulasi atau kontrol untuk melihat
pengaruhnya. Penelitian ini mirip dengan penelitian eksperimental, perbedaannya
adalah di dalam penelitian ini membutuhkan lingkungan yang benar-benar serupa
dengan keadaan atau sistem yang asli.
Contoh:
Penggunaan Simulasi Monte Carlo Untuk Menentukan Nilai Outcome Pada Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Pengambilan Keputusan pada Toko NAFC Collection). (Sumber: repository.upi.edu)
Penggunaan Simulasi Monte Carlo Untuk Menentukan Nilai Outcome Pada Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Pengambilan Keputusan pada Toko NAFC Collection). (Sumber: repository.upi.edu)
g.
Survey
Survey
research designs are procedures in quantitative research in which investigators
administer a survey to a sample or to the entire population of people to
describe the attitudes, opinions, behaviors, or characteristics of the
population. (Creswell, 2012: 376)
Penelitian
survey digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang
besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa
berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi dan unit-unit
kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya adalah orang. Desain
survey tergantung pada penggunaan jenis kuisoner. Survey memerlukan populasi
yang besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata,
semakin besar sample survey semakin memberikan hasil akurat. Penelitian survei
memiliki tiga tujuan utama yaitu menggambarkan keadaan saat itu,
mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk membandinkan, menentukan
hubungan kejadian yang spesifik.
Contoh:
Stress
and Burnout in Rural and Urban Secondary School Teachers. Journal of
Educational Research. 1999. 92, pg. 287–293. (dalam Creswell, 2012:378)
h.
Studi Kasus
Sebuah studi
kasus adalah eksplorasi mendalam dari sistem terikat (misalnya,kegiatan, acara, proses, atau
individu) berdasarkan pengumpulan data yang luas. Studi kasus
melibatkan investigasi kasus, yang dapat didefinisikan sebagai suatu entitas
atau objek studi yang dibatasi, atau terpisah untuk penelitian dalam hal waktu,
tempat, atau batas-batas fisik. Penting untuk memahami bahwa kasus dapat berupa
individu, program, kegiatan, sekolah, ruang kelas, atau kelompok. Setelah kasus
didefinisikan dengan jelas, peneliti menyelidiki mereka secara mendalam,
biasanya menggunakan beberapa metode pengumpulan data, seperti wawancara,
observasi lapangan, dan dokumentasi.
Studi
kasus kolektif; (a) melibatkan beberapa kasus, (b) dapat terjadi selama
bertahun situs, dan (c) menggunakan banyak individu. Kerangka konseptual untuk
studi kasus adalah bahwa dengan mengumpulkan informasi mendalam tentang kasus,
peneliti akan mencapai pemahaman mendalam tentang kasus ini, apakah kasus itu
adalah seorang individu, kelompok, kelas, atau sekolah.
Contoh:
Butera,
G. 2005. Collaboration in the context of Appalachia: The case of Cassie. The
Journal of Special Education, 39(2): 106–116.
Butera
(2005) menggunakan studi kasus dan data yang dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan dokumen untuk menggambarkan kolaborasi tim dengan anak 4 tahun
di West Virginia. (Stoner, 2010: 21)
i.
Teori Dasar (Grounded Theory)
Grounded
Theory merupakan pendekatan yang memungkinkan peneliti untuk mengembangkan
atau menemukan teori yang didasarkan pada studi fenomena. Dengan menggunakan grounded
theory, peneliti sengaja (a) memilih peserta yang mengalami fenomena yang
sedang dipelajari, (b) menganalisis data (yaitu, wawancara, dokumen, dan
catatan), dan (c) mendekati fenomena yang diteliti tanpa prasangka pengertian.
Kerangka konseptual ini memungkinkan suara peserta muncul , mensyaratkan bahwa
peneliti mengidentifikasi tema utama atau konsep dari data peserta , dan
memberikan jalan untuk mengembangkan teori dari perspektif peserta .
Most
grounded theory researchers will begin with research questions but they do not
start with a hypothesis, nor do they begin their investigation with a thorough
review of the literature relating to their topic. They build up theory from
their data and they do not wait until all data are collected before they begin
the analysis stage. (Bell, 2005: 19)
Contoh:
Bays, D.
A., & Crockett, J. B. 2007. Investigating Instructional Leadership For
Special Education. Exceptionality, 15(3): 143–161.
Pendekatan
grounded theory digunakan oleh Bays dan Crockett (2007) untuk menyelidiki
kepemimpinan instruksional untuk pendidikan khusus di sekolah dasar. (Stoner,
2010: 22)
j.
Etnografi
Ethnographic
researchers attempt to develop an understanding of how a culture works and many
methods and techniques are used in this such us: participant observation,
interview, mapping and charting, interaction analysis, study of historical
records and current public documents, the use of demographic data. (Bell,
2005:16)
Etnografi
adalah analisis mendalam dari kelompok sosial. Data biasanya dikumpulkan
melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Jenis penelitian ini berfokus pada
membangun catatan perilaku dan kepercayaan dari kelompok dari waktu ke waktu.
Etnografi mengharuskan peneliti berpartisipasi, baik sebagai pengamat atau
peserta aktif, waktu interaksi yang cukup lama dengan kelompok yang diteliti.
Kerangka konseptual etnografi adalah bahwa keterlibatan langsung ke dalam
budaya kelompok akan memungkinkan peneliti untuk melihat dunia dari perspektif
kelompok, dan melihat yang akan memberikan pemahaman tentang perilaku dan
keyakinan kelompok.
Contoh:
Harry,
Klingner, & Hart. 2005. African American families under fire: Ethnographic
views of family strengths. Remedial and Special Education, 26(2): 101–112.
Harry,
Klingner, dan Hart (2005) menerbitkan sebuah studi etnografi siswa Amerika
keturunan Afrika dalam pendidikan khusus di sebuah distrik sekolah beragam
budaya perkotaan. (Stoner, 2010: 22)
k.
Kultural
Penelitian
kultural (budaya) merupakan penelitian yang dilakukan atas objek berupa unsur
atau gejala budaya dengan menggunakan perangkat metodologis yang tercakup di
dalam ilmu pengetahuan budaya. Unsur atau gejala budaya adalah unsur atau
gejala yang terdapat di dalam suatu masyarakat yang berkaitan dengan perangkat
nilai-nilai, pemikiran, dan hasil budi daya dalam bentuk interaksi antara
masyarakat dengan lingkungannya atau segi hasil pemikiran atau kreasi
anggotanya yang terungkap dalam wujud tulisan atau benda-benda.
Contoh:
Identifikasi
Ajen Budaya Sunda Dina Wawacan Jaka Bayawak.
(Sumber:
repository.upi.edu).
l.
Historis
Penelitian
historikal merupakan bentuk penelitian yang memiliki tujuan untuk menggambarkan
fakta dan menarik kesimpulan atas kejadian masa lalu. Data primer dari
penelitian ini adalah data yang bersifat historis, misalnya para arkeolog
menggunakan sumber data berupa dokumentasi tentang masa lalu. Penelitian
historikal dapat digunakan untuk menemukan solusi sementara berdasarkan
kejadian masa lalu dan menggambarkan tren masa kini atau masa depan.
Kothari
(2004) mengategorikan jenis penelitian histori ke dalam dua pendekatan, yaitu
pendekatan perspektif –mempelajari kegiatan/agenda masa lampau sampai sekarang-
dan pendekatan retroperpektif –mempelajari kegiatan/agenda saat ini kemudian
dihubungkan dengan hal serupa di masa lalu-.
Contoh:
Seni
Tradisi Gembyung di Kampung Ganceuy Kabupaten Subang 1975-1999 (Suatu
Kajian Historis Terhadap Sosial Budaya Masyarakat). (Sumber: repository.upi.edu).
m.
Etnologi
Penelitian
etnologi merupakan penelitian yang fokus kepada perilaku manusia. Peneliti
lebih condong menggunakan interpretasi langsung dari perilaku subjek yang
diteliti daripada melakukan interpretasi dari segi teoritik. Peneliti
harus berusaha untuk tidak nampak sebagai peneliti, karena bila tidak demikian
interpretasi atas data yang didapat dari responden akan terpengaruh.
Contoh:
Eufemisme
Dalam Bahasa Simalungun (Suatu Kajian Sosiolinguistik) (Sumber:
repository.usu.ac.id).
n.
Penelitian Praktis (Penelitian Tindakan/Action Reasearch)
Action
research designs often utilize both quantitative and qualitative data, but they
focus more on procedures useful in addressing practical problems in schools and
the classrooms. Action research designs are systematic procedures used by
teachers (or other individuals in an educational setting) to gather
quantitative and qualitative data to address improvements in their educational
setting, their teaching, and the learning of their students(Creswell,
2012:577).
Penelitian
tindakan merupakan bentuk penelitian yang berisi berbagai macam prosedur untuk
menguraikan kasus-kasus yang bersifat mikro atau khusus. Simpulan dari
penelitian tindakan langsung diberlakukan hanya untuk kasus yang diteliti dan
tidak bisa digeneralisasikan. Penelitian tindakan lebih condok ke metode
kualitatif yang sangat bergantung pada data penagamatan yang bersifat
behavioralistik.
Contoh:
Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Tentang Pemecahan Masalah Yang
Melibatkan Uang Melalui Metode Simulasi (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa
Kelas III B SDN Cicadas 03 Gunung Putri Bogor). (Sumber: repository.upi.edu).
NB :
- Penelitian ilmiah sangatlah perlu dan bermanfaat untuk melatih pemikiran penulis atas pengambilan data
- Penelitian ilmiah bisa menjadi tempat ilmu pengetahuan baru atau juga bisa memperoleh ilmu pengetahuan
- Metodologi ilmiah sama hal nya juga ilmu pengetahuan ilmiah dapat melatih pemikiran penulis dan menjadi tempat mencari ilmu pengetahuan yang baru
- Perbedaan metodologi ilmiah dan peneliatian ilmiah
- Penelitian ilmiah dilakukan secara cerdas , cermat dan sistematis mengenai sabjek tertentu sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta , teori-teori dan aplikasi-aplikasi dan sedangkan metodologi ilmiah berdasarkan rumusan masalah pada metode ilmiahcara kerja metode ilmiah lebih sederhana
sumber :
- http://menulis-makalah.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-jenis-karya-tulis.html
- https://aryonelmessi.wordpress.com/2011/02/24/penulisan-ilmiah-2/
- http://penjual-mimpi.blogspot.co.id/2014/09/jenis-jenis-metode-penelitian-beserta.html