Nama : FRANS PERNANDA SIMANGUNSONG
NPM : 24414368
Fakultas : TEKNIK INDUSTRI
Jurusan : TEKNIK MESINILMU SOSIAL DASAR
- Pemuda dan sosialisasi
- internalisasi belajar dan spesialisasi
- pemuda dan identitas
- perguruan dan pendidikan

PEMUDA DAN SOSIALISASI
INTERNALISASI BELAJAR DANSPESIALISASI
PEMUDA DAN IDENTITAS
PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
Definisi
Pemuda
A. Definisi pemuda
Definisi yang pertama, Pemuda
adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan
dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda
merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang.
Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya.
Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia
10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja.
International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan
penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda
adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis
namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa
perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU
Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun.
Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis
dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda
dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang
berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia,
pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali
terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam.
Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori
usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi
muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.
Pengertian
Sosialisasi
Sosialisasi menunjuk pada semua
faktor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di
tengah-tengah masyarakat. Seorang anak dikatakan telah melakukan sosialisasi
dengan baik, apabila ia bukan hanya menampilkan kebutuhannya sendiri saja,
tetapi juga memerhatikan kepentingan dan tuntutan orang lain.
Pengertian sosialisasi secara
umum dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk mengenal dan
menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan
sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya.
Proses pembelajaran berlangsung
secara bertahap, perlahan tapi pasti dan berkesinambungan. Pada awalnya, proses
itu berlangsung dalam lingkungan keluarga, kemudian berlanjut pada lingkungan
sekitarnya, yaitu lingkungan tetangga, kampung, kota, hingga lingkungan negara
dan dunia. Di samping itu, individu mengalami proses enkulturasi (pembudayaan),
yaitu individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikapnya dengan
adat istiadat, sistem norma, dan peraturan yang berlaku dalam kebudayaan
masyarakatnya.
Manusia lahir ke dunia sebagai
bayi yang penuh dengan segala macam kebutuhan fisik. Kemudian ia menjadi
seorang manusia dengan seperangkat nilai dan sikap, kesukaan dan ketidaksukaan,
tujuan serta maksud, pola reaksi dan konsep yang mendalam, serta konsisten
dengan dirinya. Setiap orang memperoleh semua itu melalui suatu proses belajar
yang kita sebut sebagai sosialisasi, yakni proses belajar yang mengubahnya
menjadi seorang pribadi yang manusiawi. Sosialisasi adalah suatu proses di mana
seseorang menghayati (internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup
sehingga timbullah ‘diri’ yang unik. Definisi sosialisasi ialah proses
mempelajari kebiasaan dan tata kelakuan untuk menjadi suatu bagian dari suatu
masyarakat, sebagian adalah proses mempelajari peran.
Pengertian sosialisasi menurut
para ahli:
1. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses sosial
tempat seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang
sesuai dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.
2. Peter L. Berger
Sosialisasi ialah proses pada
seorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat. Adapun yang
dipelajarinya ialah peranan pola hidup dalam masyarakat yang sesuai dengan
nilai dan norma-norma maupun kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
3. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang
membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana
cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan
berfungsi dalam kelompoknya.
4. Koentjaraningrat
Sosialisasi adalah seluruh proses
di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang,
berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain yang
hidup dalam masyarakat sekitarnya.
5. Irvin L. Child
Sosialisasi adalah segenap proses
yang menuntut individu mengembangkan potensi tingkah laku aktualnya yang
diyakini kebenarannya dan telah menjadi kebiasaan serta sesuai dengan standar
dari kelompoknya.
6. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Sosialisasi artinya suatu proses
belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan
masyarakat di lingkungannya.
7. Bruce J. Cohen
Sosialisasi adalah proses-proses
manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh
kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik sebagai
individu maupun sebagai anggota.
8. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses
dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat
tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
9. Prof. Dr. Nasution, S.H.
Sosialisasi adalah proses
membimbing individu ke dalam dunia sosial (sebagai warga masyarakat yang
dewasa).
10. Sukandar Wiraatmaja
Sosialisasi adalah proses belajar
mulai bayi untuk mengenal dan memperoleh sikap, pengertian, gagasan dan pola
tingkah laku yang disetujui oleh masyarakat.
11. Jack Levin dan James L.
Spates
Sosialisasi adalah proses
pewarisan dan pelembagaan kebudayaan ke dalam kepribadian individu.
12. John C. Macionis
Sosialisasi adalah pengalaman
sosial seumur hidup di mana individu dapat mengembangkan potensinya dan
mempelajari pola-pola kehidupan
Berdasarkan pengertian
sosialisasi yang dikemukakan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan
berikut.
Sosialisasi ditempuh seorang
individu melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan, dan
melaksanakan suatu tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku
masyarakatnya.
Sosialisasi ditempuh seorang individu
secara bertahap dan berkesinambungan, sejak ia dilahirkan hingga akhir
hayatnya.
Sosialisasi erat sekali kaitannya dengan
enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu suatu proses belajar seorang
individu untuk belajar mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran
serta sikapnya terhadap sistem adat dan norma, serta semua peraturan dan
pendirian yang hidup dalam lingkungan kebudayaan mas
Internalisai
belajar dan Sosialisasi
Internalisasi adalah perubahan
dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari
tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya
dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi
didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
- · Tahapan Persiapan > Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.
- · Tahapan Meniru > Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
- · Tahapan Siap Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.
- · Tahapan Norma Kolektif > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas.
Pemuda
dan Identitas
Pola dasar Pembinaan dan pengembangan Generasi Muda
- · Landasan Idiil
- · Landasan Konstitusional
- · Landasan Strategis
- · Landasan Historis
- · Landasan Normatif
Menurut Pola dasar pembinaan dan
pengembangan generasi muda yang ada di atas telah ditetapkan oleh mentri
pendidikan dan kebudayaan dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan NO
00323/U/1978 Tanggal 28 Oktober 1978. Jadi, pembinaan dan pengembangan generasi
muda adalah semua pihak yang bersangkutan harus ikut serta dalam kepentingan
generasi muda, agar satu laras mencapai tujuan yang kita semua inginkan.
PERGURUAN
DAN PENDIDIKAN
Mengembangkan potensi generasi muda
Potensi Generasi Muda dapat
dikembangkan melalui bidangnya masing – masing agar tercapai suatu keinginan
yang selaras antara Generasi sebelumnya dan Generasi Baru yang akan mencapai
suatu negara yang maju dan sejahtera.
Pengertian pendidikan dan perguruan tinggi
Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya
masing-masing agar bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sedangkan perguruan tinggi adalah
satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan
tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat
mengembangkan lebih dalam lagi ilmu-ilmu yang telah didapat dari pendidikan
sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi
sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.
Alasan untuk berkesempatan mengenyam
pendidikan tinggi
Mengapa semua individu khususnya
di Indonesia wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun? maka jika tidak, akan
terjadi akibat seperti Pengangguran Semakin Banyak, Generasi Muda tidak ada,
perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya. (Menakutkan bukan) faktor: hanya
karena pendidikan yang mahal. Syukurlah
pemerintah punya program sekolah gratis selama 9 tahun, “itu setahu saya karna
saat SMA saya masih bayar”. Jadi kesimpulannya mengapa individu harus mengenyam
pendidikan adalah karna setiap individu
harus sekolah Minimal selama 12 tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa,
seseorang itu dapat bermanfaat sebagai pemuda yang aktif didalam lingkungan
masyarakat dan akan menjadi Generasi Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang
baik mengerti rakyat dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik.
sumber :
http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sosialisasi-artikel-lengkap.html
Soekanto, Soerjono. 1982.
Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Setyono, Budhi. 2011. Bahas Total
Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi SMA kelas
X IPA. Jakarta Selatan: KAWAHmedia.
Mulyadi, Yad. 2012. Panduan
Sosiologi SMA Kelas X. Jakarta Timur: Yudhistira.
Tim MGMP Kota Denpasar. 2012.
TUNTAS (Tuntunan Ke Universitas) Sosiologi untuk SMA / MA Kelas X. Denpasar:
Graha Pustaka.
Pengertian Sosialisasi
(id.shvoong.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar