Nama :
Frans pernanda simangunsong
Npm : 24414368
Fakultas :
Teknik industri
Jurusan :
Teknik Mesin
ILMU SOSIAL DASAR :
- 3 JENIS STRUKTUR INDONESIA
- PERKEMBANGAN BUDAYA DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN
- HINDU
- BUDHA
- ISLAM
- KRISTEN
- KHATOLIK
- KONGHUCU
- KEBUDAYAAN BARAT
- Pengertian Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
- Pengertian Penduduk
Penduduk adalah orang-orang yang
berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan
salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.
Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempatiwilayah geografi
dan ruang tertentu.
Penduduk suatu negara
ataudaerahbisa didefinisikan menjadi dua:
1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
2. Orang yang
secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan kata lain orang yang
mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ. Misalkan bukti kewarganegaraan,
tetapi memilih tinggal didaerah lain.Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi
jumlahpenduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.Pertambahan Penduduk di
IndonesiaPenduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 6 miliar,dimana di
antara jumlah tersebut, 80 persen tinggal di negara-negaraberkembang. Sementara
itu, United Nations (2001) memproyeksikanbahwa penduduk perkotaan di
negara-negara berkembang terusmeningkat dengan rata-rata pertumbuhan 2,4 persen
per tahun. Angkaini merupakan dua kali lipat angka pertumbuhan penduduk
totalnegaranegaraberkembang pada umumnya, yakni sekitar 1,2 persen.
Meskipenduduk perkotaan di negara-negara maju juga meningkat denganangka
pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhanpenduduk totalnya, dan
juga angka urbanisasinya jauh lebih besardaripada negara-negara berkembang,
pertumbuhan perkotaan dinegaranegaraberkembang tetap lebih cepat disertai
dengan meningkatnya penduduk perkotaan secara absolut.Sensus Penduduk 2000
menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai lebih
dari 85 juta jiwa, denganlaju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun selama
kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total jumlah
penduduk.Mengikuti kecenderungan tersebut, dewasa ini (2005)diperkirakan bahwa
jumlah penduduk perkotaan telah melampaui 100 juta jiwa, dan kini hampir
setengah jumlah penduduk Indonesia tinggaldi wilayah perkotaan. Hal ini tentu
saja berdampak sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan pembangunan
wilayah perkotaan.Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaandapat
berarti bahwa penduduk berbondong-bondong pindah dariperdesaan ke perkotaan,
atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi.Secara demografis sumber
pertumbuhan penduduk perkotaan. pertambahan penduduk alamiah, yaitu jumlah
orang yang lahir dikurangi jumlah yang meninggal; migrasi penduduk khususnya
dariwilayah perdesaan (rural) ke wilayah perkotaan (urban); sertareklasifikasi,
yaitu perubahan status suatu desa (lokalitas), dari lokalitasrural menjadi
lokalitas urban, sesuai dengan kriteria yang ditetapkandalam Sensus oleh Badan
Pusat Statistik.Pertambahan penduduk alamiah berkontribusi sekitar
sepertigabagian sedangkan migrasi dan reklasifikasi memberikan andil dua
pertiga kepada kenaikan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia, dalamkurun
1990-1995. Dengan kata lain migrasi sesungguhnya masih merupakan faktor utama dalam penduduk perkotaan di
Indonesia.Kegiatan industri dan jasa di kota-kota tersebut yang
semakinberorientasi pada perekonomian global, telah mendorong perkembangan
fisik dan sosial ekonomi kota, namun semakin memperlemah keterkaitannya dengan
ekonomi lokal, khususnya ekonomi perdesaan karena upah di pedasaan lebih kecil
dari upah di perkotaan. Dampak yang paling nyata hanyalah meningkatnya
permintaan tenaga kerja, yang pada gilirannya sangat memacu laju pergerakan
penduduk dari desa ke kota dan makin mempersulit lowongan pekerjaan karena
banyak persaingan orang yang dari desa ke ke kota untuk mencari kerja.
- Pengertian Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan
istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi
tertutup (atau semi terbuka), Kata society berasal dari bahasa latin, societas,
yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari
kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata
sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya
mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama
dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada
dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" juga berakar dari kata
dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya,pengertian masyarakat adalah
suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.
Dari definisi diatas masyarakat
adalah sebuah komunitas yang saling tergantung satu sama lain (interdependen).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup
bersama dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan
sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta
sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian
berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan
berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial
mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis,
masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga
disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan
pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat
agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula
diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas
dan besar, yaitu :
1. masyarakat
band,
2. suku,
chiefdom,
3. dan masyarakat
negara.
- Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh
kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat
itu adalah Cultural-Determinism.
Menurut Edward Burnett Tylor,
kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut,
pengertian kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat
nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Budaya adalah suatu cara hidup
yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan
dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan,
dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan
orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup
menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya
turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar
dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Dengan demikian, budayalah yang
menyediakan suatu kerangka untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan
memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Teori-teori yang ada saat ini
menganggap bahwa kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat
dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu
masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme. Dan pengertian kebudayaan
sendiri sangat luas sampai settiap orang menilai kebuadayaaan menurut pemikiran
dia sendiri . Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya
pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam
kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah
budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak
mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran
kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.
Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru
tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi
Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan
India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk
kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang
berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan
kebudayaan asli.
- Pengertian Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Penduduk, masyarakat, dan
kebudayaan adalah konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat
tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan
berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian
pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, adalah hubungan yang
merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat yang ingin mepertahankan
kebudayaan didaerahnya tersebut.
Penduduk adalah orang-orang yang
berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan
salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus .
Masyarakat adalah sebuah manusia
yang saling membutuhkan dan tergantung satu sama lain (interdependen). Umumnya,
istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama
dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai
sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan
yang sama.
Kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
- Pertumbuhan Penduduk
Pengertian pertumbuhan penduduk
ialah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu
dibandingkan waktu sebelumnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertambuhan penduduk:
1. Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran merupakan faktor alami.
Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah.
2. Kematian (Mortalitas)
Kematian merupakan faktor alami.
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau
berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
3. Perpindahan (Migrasi)
Migrasi merupakan faktor
non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk
suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya
proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Macam-macam pertumbuhan penduduk:
1. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah
pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian.
2. Pertumbuhan Penduduk Migrasi
Pertumbuhan penduduk migrasi
adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan
migrasi keluar.
3. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total adalah
pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan
migrasi.
Dampak Pertumbuhan Penduduk:
·
Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam
berkurang.
·
Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal
dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri,
peternakan, dll
·
Angka pengangguran meningkat.
·
Angka kesehatan masyarakat menurun.
·
Angka kemiskinan meningkat.
·
Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
·
Ketersediaan pangan sulit.
·
Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
·
Angka kecukupan gizi memburuk.
·
Muncul wanah penyakit baru
- FAKTOR DEMOGRAFI
Dalam kurun
waktu sepuluh tahun terakhir ini, beberapa fenomena menarik dapat kita amati
baik di bidang sosial, ekonomi, budaya maupun politik. Dari fenomena yang ada
itu, perlu di amati bahwa perubahan yang terjadi pada bidang-bidang tersebut
mempunyai implikasi kebijakan bagi aktifitas dunia bisnis. Sebagai contoh,
keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mengendalikan jumlah penduduk melalui
program keluarga berencana, dalam banyak hal sangat mempengaruhi pola kegiatan
masyarakat tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi saja, tapi juga pada
bisang-bidang lainnya yang terkait.
Analisis
lingkungan eksternal mencakup pemahaman berbagai faktor di luar perusahaan yang
mengarah pada munculnya kesempatan bisnis (Opportunities) atau bahkan ancaman
(Threats) bagi perusahaan. di dalam analisis lingkungan ekstern juga berupaya
untuk memilah permasalahan global yang dihadapi perusahaan kedalam bentuk yang
lebih rinci untuk menemukan bentuk, fungsi, dan keterkaitan antar bagian. bagi
pengembangan strategi pemasaran, analisis ini dibutuhkan tidak hanya terbatas
pada rincian analisis kesempatan dan ancaman saja, tetapi juga untuk menentukan
darimana dan untuk apa hasil analisis itu digunakan. Dengan kata lain, manajer
pemasaran membutuhkan diagnosis lebih lanjut atas hasil analisis lingkungan
eksternal.
Faktor
demografi adalah salah satu dari sekian banyak faktor eksternal dari lingkungan
pemasaran. Tren Demografi yang terbentuk sangat andal digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan jangka pendek dan menengah. Ada masalah bagi perusahaan
yang tiba-tiba terkejut karena perkembangan demografi. kekuatan demografi utama
yang selalu dipantau Marketer adalah populasi, Karena orang membentuk pasar.
Para marketer benar-benar tertarik pada besarnya jumlah penduduk dan angka pertumbuhan
penduduk di kota, bauran umur populasi, etnis dan pasar lain, kelompok
pendidikan, pola rumah tangga, pergeseran geografis dan populasi.
Demografi
merupakan istilah yang berasal dari dua kata Yunani, yaitu demos yang berarti
rakyat atau penduduk dan graphein yang berarti menggambar atau menulis. Oleh
karena itu, demografi dapat diartikan sebagai tulisan atau gambaran tentang
penduduk , terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian dan migrasi.
Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi
penduduk, serta bagaimana faktor faktor ini berubah dari waktu kewaktu. Istilah
ini pertama kali dikemukakan oleh Archille Guillard pada tahun 1855 dalam
karyanya yang berjudul “elements de statistique humaine, ou demographie comparree”
atau elements of human statistics or comparative demography (dalam
Iskandar,1994).
Pengertian tentang demografi
berkembang dengan seiring dengan perkembangan keadaan penduduk serta penggunaan
statistic kependudukan pada zamannya. Berikut beberapa contoh tentang
perkembangan definisi demografi :
·
Johan Sussmilch (1762, dalam Iskandar ,1994)
berpendapat bahwa demografi adalah ilmu yang mempelajari hukum tuhan yang
berhubungan dengan perubahan-perubahan pada umat manusia yang terlibat dari
jumlah kelahiran, kematian, dan pertumbuhannya.
·
Achille Guillard (1855) memberikan definisi
demografi sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu dari keadaan dan sikap
manusia yang dapat diukur ,yaitu meliputi perubahan secara umum, fisiknya,
peradabannya, intelektualitasnya, dan kondisi moralnya (lihat juga Iskandar,
1994).
·
David v. Glass(1953) menekankan bahwa demografi
terbatas pada studi penduduk sebagai akibat pengaruh dari proses demografi
,yaitu fertilitas,mortalitas,dan migrasi.
·
United Nations(1958) dan International Union for
the Scientific Study of Population/IUSSP (1982) mendefinisikan demografi
sebagai studi ilmiah masalah penduduk yang berkaitan dengan jumlah, struktur,
serta pertumbuhannya
·
Philip m. Hauser dan Otis Dudley Duncan(1959)
berpendapat bahwa demografi merupakan ilmu yang mempelajari jumlah, persebaran
territorial, komposisi penduduk, serta perubahannya dan sebab-sebab perubahan
tersebut.
·
Donald j. Bougue(1969) mendefinisikan demografi
sebagai ilmu yang mempelajari secara statistik dsan matematik
jumlah,komposisi,distribusi penduduk,dan perubahan- perubahannya sebagai akibat
bekerjanya komponen-komponen pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran
(fertilitas), kematian(mortalitas), perkawinan, migrasi, dan mobilitas social.
·
George w. Brclay(1970) mendefinisikan demografi
sebagai ilmu yang memberikan gambaran secara statistik tentang penduduk.
Demografi mempelajari perilaku penduduk secara menyeluruh bukan perorangan.
Dengan definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa ilmu demografi
merupakan suatu ilmu untuk mempelajari perubahan-perubahan kependudukan dengan
memanfaatkan data dan statistik dari data penduduk terutama mengenai perubahan
jumlah, persebaran pada kommponen-komponen utama pertumbuhan penduduk, yaitu =
fertilitas, mortalitas, migrasi, yang pada gilirannya menyebabkan perubahan
pada jumlah, struktur, dan persebaran penduduk.
Secara singkat , ilmu demografi
sangat bermanfaat untuk :
Mempelajari kuantitas, komposisi, dan
distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu serta perubahan-perubahannya.
Menjelaskan pertumbuhan masa lampau dan
mengestimasi pertumbbuhan penduduk pada masa datang.
Mengembangkan hubungan sebab akibat
antaraperkembangan penduduk dan bermacam- macam aspek pembangunan sosial,
ekonomi, budaya, politik, lingkungan, dan keamanan.
Mempelajari dan mengantisipasi
kemungkinan-kemungkinan konsekuensi pertumbuhan penduduk pada masa mendatang.
Faktor – Faktor Demografi
Faktor-faktor demografi yang
mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk :
- · Struktur umur
- · Struktur perkawinan
- · Umur kawin pertama
- · Paritas
- · Disrupsi perkawinan
- · Proporsi yang kawin
- migrasi
Perpindahan penduduk (migrasi
atau mobilitas) merupakan salah satu dari tiga komponen utama pertumbuhan
penduduk yang dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Komponen ini
bersama dengan kelahiran dan kematian mempengaruhi dinamika penduduk di suatu
wilayah seperti jumlah, komposisi, dan distribusi keruangan. Tinjauan migrasi
secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan
distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor-faktor pendorong dan
penarik bagi penduduk untuk melakukan migrasi, kelancaran sarana transportasi
antar wilayah, dan pembangunan wilayah dalam kaitannya dengan desentralisasi
pembangunan.
Analisis dan perkiraan besaran
dan arus perpindahan penduduk (migrasi atau mobilitas) merupakan hal yang
penting bagi terlaksananya pembangunan manusia seutuhnya, terutama di era
otonomi daerah. Apalagi jika analisis
mobilitas tersebut dilakukan pada suatu wilayah administrasi yang lebih rendah
daripada tingkat propinsi. Tingkat mobilitas penduduk baik permanen maupun
nonpermanen justru akan lebih nyata terlihat pada unit administrasi yang lebih
kecil seperti kabupaten, kecamatan, dan kelurahan/desa.
Pada hakekatnya migrasi penduduk
merupakan refleksi perbedaan pertumbuhan ekonomi dan ketidakmerataan fasilitas
pembangunan antara satu daerah dengan daerah lain. Penduduk dari daerah yang
tingkat pertumbuhan ekonominya lebih rendah akan berpindah menuju daerah yang
mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Dari kacamata ekonomi, berbagai
teori telah dikembangkan dalam menganalisis fenomena migrasi. Teori yang berorientasikan pada ekonomi
neoklasik (neoclassical economics) misalnya, baik secara makro maupun mikro,
lebih menitikberatkan pada perbedaan upah dan kondisi kerja antardaerah atau
antarnegara, serta biaya, dalam keputusan seseorang untuk melakukan migrasi.
Menurut aliran ini, perpindahan penduduk merupakan keputusan pribadi yang
didasarkan atas keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan yang maksimum.
- 3 Jenis Struktur Penduduk
Komposisi penduduk
adalah dimana suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan memiliki banyak
penduduk didalam satu Negara tersebut, dari banyaknya penduduk tersebut akan
dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu.
Biasanya dalam
pengelompokan itu kriteria yang diambil kebanyakan adalah umur, jenis kelamin,
mata pencaharian, dan tempat tinggal. Semua itu dikelompokkan agar tidak
terjadi masalah-masalah sepele yang timbul.
Struktur penduduk terdiri dari 3 jenis, yaitu :
- Piramida Penduduk Muda : Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
- Piramida Stationer : Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
- Piramida Penduduk Tua : Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
- Bentuk-Bentuk Piramida
Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan
menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk
stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif) :
- Piramida Penduduk Muda (Expansive).
Suatu wilayah yang memiliki angka
kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini
mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian
besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya adalah negara-negara
yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India
- Piramida Penduduk Stasioner.
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran
dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah
negara-negara Eropa Barat.
- Piramida Penduduk Tua (Constructive).
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran
yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga
dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok
umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju, misalnya Amerika
Serikat.
- Rasio Ketergantungan.
Rasio Ketergantungan (Dependency
Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14
tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan
jumlah penduduk usia 15-64 tahun.
Rasio ketergantungan dapat dilihat
menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio
Ketergantungan Tua :
·
Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan
jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
·
Rasio Ketergantungan Tua adalah
perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di
usia 15-64 tahun.
Rasio ketergantungan (dependency
ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat
menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau
negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan
salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency
ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung
penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan
tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang
semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk
yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak
produktif lagi.
- PERKEMBANGAN BUDAYA DI INDONESIA
Seperti yang kita ketahui,
perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya,
indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita
terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia
sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari
sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia.
Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang,
dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu
banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah
berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin
gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar
lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.
Sebagai contoh adalah batik hasil
dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang
diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah
diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat
tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah
ditetapkannya sebagai hari batik nasional.
Ada sejumlah kekuatan yang
mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal
ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam
masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai
penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat
(external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture
contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan
lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan
kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
Didalam budaya seni, indonesia
mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional telah mengalami kemajuan yang
cukup baik dan telah meranjak ke internasional. Akan tetapi ada beberapa bagian
dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Berikut, data dari budaya
yang di klaim oleh negara lain:
1. batik dari jawa oleh Adidas
2. Naskah kuno dari riau oleh
pemerintah malaysia
3. Naskah kuno dari sumatera
barat oleh pemerintah malaysia
4. Naskah kuno dari sulawesi
selatan oleh pemerintah malaysia
5. Naskah kuno dari sulawesi
tenggara oleh pemerintah malaysia
6. rendang dari Sumatera Barat
oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal bajak dari jawa tengah
oleh oknum WN belanda
8. Sambal petai dari riau oleh
oknum WN belanda
9. tempe dari jawa oleh beberapa
perusahaan asing
10. lagu rasa sayange dari maluku
oleh pemerintah malaysia
11. Tari reog ponorogo dari jawa
timur oleh pemerintah malaysia
12. Lagu soleram dari riau oleh
pemerintah malaysia
13. Lagu injit-injit semut dari
jambi oleh pemerintah malaysia
14. Alat musik gamelan dari jawa
oleh pemerintah malaysia
15. Tari kuda lumping dari jawa
timur oleh pemerintah malaysia
16. tari piring dari sumatera
barat oleh pemerintah malaysia
17. Lagu kakak tua dari maluku
oleh pemerintah malaysia
18. Lagu anak kambing saya dari
nusa tenggara oleh pemerintah malaysia
19. Kursi taman dengan ornamen
ukir khas jepara jawa tengah oleh oknum WN perancis
20. Pigura dengan ornamen ukir
khas jepara dari jawa tengan oleh oknum WN inggris
21. Motif batik perang dari
yogyakarta oleh pemerintah malaysia
22. Desain kerajinan perak desak
suwarti dari bali oleh oknum WN amerika
23. Produk berbahan rempah-rempah
dan tanaman obat asli indonesia oleh shiseido Co. Ltd
24. Badik tumbuk lada oleh
pemerintah malaysia
25. kopi gayo dari aceh oleh
perusahaan multinasional (MNC) belanda
26. kopi toraja dari sulawesi
selatan oleh perusahaan jepang
27. Musik indang sungai
garinggiang dari sumatera barat oleh malaysia
28. Kain ulos oleh malaysia
29. alat musik angklung oleh
pemerintah malaysia
30.Lagu jali-jali oleh pemerintah
malaysia
31. tari pendet dari bali oleh
pemerintah malaysia
Dari data tersebut, bisa
dibuktikan bahwa masyarakat indonesia sendiri kurang memperhatikan bagian dari
budaya indonesia. dan diharapkan untuk masyarakat indonesia lebih memperhatikan
bagian dari peninggalan budaya indonesia. dan sekarang akan diupayakan oleh
pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk perduli terhadap hal tersebut, dan
lebih mengenalkan dari dini sikap akan pentingnya pengetahuan budaya indonesia.
- Kebudayaan hindu
Seorang Hindu (Dewanagari: हिन्दू)
adalah penganut filsafat dan sastra-sastra agama Hindu, sebuah sistem
keagamaan, filsafat dan budaya yang berasal dari anakbenua India. Kurang lebih
ada 920 juta pengikut agama Hindu di dunia, atau 13,5% penduduk dunia menganut
agama Hindu sehingga agama Hindu menjadi agama terbesar ketiga di dunia,
setelah agama Kristen dan Islam. Sekitar 890 juta orang Hindu tinggal di India,
sedangkan sisanya menyebar ke negara-negara lain.[1] Negara-negara dengan
penduduk Hindu yang cukup banyak antara lain Afrika Selatan, Bangladesh,
Belanda, Fiji, Guyana, Inggris, Indonesia, Kanada, Malaysia, Mauritius, Myanmar
(Burma), Nepal, Singapura, Sri Lanka, Suriname, Trinidad dan Tobago.[2]
Agama Hindu (disebut pula
Hinduisme) merupakan agama dominan di Asia Selatan—terutama di India dan
Nepal—yang mengandung aneka ragam tradisi. Agama ini meliputi berbagai
aliran—di antaranya Saiwa, Waisnawa, dan Sakta—serta suatu pandangan luas akan
hukum dan aturan tentang "moralitas sehari-hari" yang berdasar pada
karma, darma, dan norma kemasyarakatan. Agama Hindu cenderung seperti himpunan
berbagai pandangan filosofis atau intelektual, daripada seperangkat keyakinan
yang baku dan seragam.[1]
Agama Hindu disebut sebagai "agama tertua" di
dunia yang masih bertahan hingga kini,[a] dan umat Hindu menyebut agamanya
sendiri sebagai Sanātana-dharma (Dewanagari: सनातन
धर्म),[b] artinya "darma
abadi" atau "jalan abadi"[11] yang melampaui asal mula
manusia.[12] Agama ini menyediakan kewajiban "kekal" untuk diikuti
oleh seluruh umatnya—tanpa memandang strata, kasta, atau sekte—seperti
kejujuran, kesucian, dan pengendalian diri.
- Kebudayaan budha
Agama Buddha adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal
dari anak benua India dan meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik
yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha
Gautama, yang secara umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti “yang telah
sadar” dalam bahasa Sanskerta dan Pali). Sang Buddha hidup dan mengajar di
bagian timur anak benua India dalam beberapa waktu antara abad ke-6 sampai ke-4
SEU (Sebelum Era Umum). Beliau dikenal oleh para umat Buddha sebagai seorang
guru yang telah sadar atau tercerahkan yang membagikan wawasan-Nya untuk
membantu makhluk hidup mengakhiri ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu
rendah (taṇhā), dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari sebab musabab saling
bergantungan dan sunyatam dan mencapai Nirvana (Pali: Nibbana).
Setiap aliran Buddha berpegang
kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan
ajaran Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan
mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Piṭaka (kotbah-kotbah
Sang Buddha), Vinaya Piṭaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan
Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi).
- Kebudayaan islam
Islam (Arab: al-islām, الإسلام Tentang suara ini
dengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama
yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat
miliar orang pengikut di seluruh dunia,[1][2] menjadikan Islam sebagai agama
terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.[3] Islam memiliki arti
"penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh).[4] Pengikut
ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang
tunduk kepada Tuhan"[5][6], atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi
laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan
firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini
dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang
diutus ke dunia oleh Allah.
- Kebudayaan kristen
Agama Kristen adalah sebuah
kepercayaan monoteistik yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat, dan
kebangkitan Yesus Kristus menurut Perjanjian Baru. Agama ini meyakini Yesus
Kristus adalah Tuhan dan Mesias yang diramalkan dalam Perjanjian Lama,
juruselamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa.
Pengikutnya beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab.
Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokhia (Kisah
Para Rasul 11: 26b)
- Kebudayaan katholik
Kata Katolik berasal dari kata
sifat bahasa Yunani, καθολικός (katholikos), artinya "universal".[1]
Dalam konteks eklesiologi Kristen, kata Katolik memiliki sejarah yang kaya
sekaligus beberapa makna. Bagi sebagian pihak, istilah "Gereja
Katolik" bermakna Gereja yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup
Roma, terdiri atas Ritus Latin dan 22 Gereja Katolik Timur; makna inilah yang umum
dipahami di banyak negara. Bagi umat Protestan, "Gereja Katolik" atau
yang sering diterjemahkan menjadi "Gereja Am" bermakna segenap orang
yang percaya kepada Yesus Kristus di seluruh dunia dan sepanjang masa, tanpa
memandang "denominasi". Umat Gereja Ortodoks Timur, Gereja Anglikan,
Gereja Lutheran dan beberapa Gereja Metodis percaya bahwa Gereja-Gereja mereka
adalah katolik, dalam arti merupakan kesinambungan dari Gereja universal
mula-mula yang didirikan oleh para rasul. Baik Gereja Katolik Roma maupun
Gereja Ortodoks percaya bahwa Gerejanya masing-masing adalah satu-satunya
Gereja yang asli dan universal. Dalam "Kekristenan Katolik" (Termasuk
Komuni Anglikan), para uskup dipandang sebagai pejabat tertinggi dalam agama
Kristen, sebagai gembala-gembala keesaan dalam persekutuan dengan segenap
Gereja dan dalam persekutuan satu sama lain.[2] Katolik dianggap sebagai salah
satu dari Empat Ciri Gereja. Ketiga ciri lainnya adalah Satu, Kudus, dan
Apostolik,[3] sesuai Kredo Nicea tahun 381: "Aku percaya akan Gereja yang
satu, kudus, katolik, dan apostolik."
Menurut sepanjang sejarah,
orang-orang Cina sudah hidup bermasyarakat dengan budaya yang tinggi sejak
tahun 2007 SM. Beberapa sumber kuno mengemukakan bahwa mereka telah mempunyai
Sje-tsing yaitubuku tentang pujian-pujian dan Shu Ching yaitu buku tentang sejarah,
yang memberi kesan bahwa mereka sudah percaya pada satu Tuhan (monoteisme) yang
disebutnya Shang ti atau Penguasa tertinggi yang berada di Tien (surga)
(Agussalim Sitompul dalam AAD, 1988: 217). Kemudian orang-orang Cina itu di
tanah airnya dipengaruhi ajaran Budha, Tao dan Kong Hu Cu, yang kemudian dibawa
pula mereka yang pergi merantau.
- Kebudayaan konghucu
Kong Hu Cu atau Konfusius adalah
seorang ahli filsafat Cina yang terkenal sebagai orang pertama pengembang
sistem memadukan alam pikiran dan kepercayaanorang Cina yang mendasar.
Ajarannya menyangkut kesusilaan perorangan dan gagasan bagi pemerintahan agar
melaksanakan pemerintahan dan melayani rakyat dengan teladan perilaku yang baik
(M.H. Hart 1982:53).
Dalam ia mengajarkan
ajaran-ajarannya ia tidak suka mengkaitkan dengan paham ketuhanan, ia menolak
membicarakan tentang akhirat dan soal-soal yang bersifat metafisika. Ia hanya
seorang filosof sekuler yang mempermasalahkan moral kekuasaan dan akhlak
pribadi manusia yangbaik. Namun dikarenakan ajaran-ajaran lebih banyak mengarah
pada kesusilaan dan mendekati ajaran keagamaan maka ia sering digolongkan dan
dianggap sebagai pembawa agama
- Kebudayaan barat
Budaya Barat (kadang-kadang
disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya
yang berasal dari Eropa.
Istilah "budaya Barat"
digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosial,
nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak
budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat
ditujukan terhadap:
Pengaruh budaya Klasik dan
Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan
tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya Keltik,
Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi
rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi
Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan
termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan
berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang
menentang irasionalitas dan teokrasi.
Pengaruh budaya Alkitab-Kristiani
dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama
masa Pasca Klasik.
Pengaruh budaya Eropa Barat dalam
hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang
dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme.
Konsep budaya Barat umumnya
terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan
Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik
dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian
tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon
Barat.[1] Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang
sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa,
misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak
terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap
sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.[2][3]
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan
masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik,
berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman
Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan
migrasi manusia
daftar pusaka :
- (www.scribd.com/doc/91037202/Pengertian-Penduduk)
- (://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar