SAMPAH DILAUTAN
Banyak ilmuwan yang menyatakan bahwa jumlah sampah di dunia ini cukup untuk menutupi permukaan bumi sampai setinggi satu meter. Meningkatnya jumlah populasi penduduk bumi menyebabkan masalah serius, yaitu berkurangnya lahan untuk pengolahan atau pembuangan sampah. Lautan menjadi terkontaminasi dan mengakibatkan hewan-hewan laut teracuni sehingga berisiko mengalami kepunahan. Sampah-sampah pun penyebab berbagai penyakit.
Banyak pun yang
bertanya mengapa dilautan adalah tempat berujungnya sampah yang terbawa dari
darat , itu dikarenakan ulah manusia-manusia yang membuang sampah sebarangan melalui
sungai dan terbawa arus menuju ke laut adapun yang sengaja membuang sampah ke
laut , dan bagaimana cara mengatasi sampah-sampah yang telah terbuang ke
laut , itu pun terpikirkan oleh beberapa ilmuwan-ilmuwan ,
Ada beberapa cara untuk
mengatasi supaya tidak membuang sampah sembarangan ataupun kelaut salah satunya
dengan cara mendaur ulang samaph-sampah seperti botol plastik , kantong kresek
dan lain-lain samaph yang bisa didaur ulang , dan membuat tempat sampah yang
terbagi menjadi dua golongan yatu organik dan anorganik ,
dan beberapa dampak negatif sampah yang terbuang
kelaut :
1.
Sampah mengganggu pergerakan satwa laut yang
terjerat didalamnya
![]() |
Banyaknya sampah di
laut, baik yang mengambang maupun yang tenggelam, semua itu mengganggu
pergerakan para satwa laut seperti ikan, penyu, dan anjing laut. Sampah kantong
plastik, jaring, dan tali pancing menjadi penghalang bagi pergerakan satwa
laut. Banyak ikan yang perjalanannya terhalang oleh plastik-plastik bahkan
terjerat benang pancingan.
2.
Banyak satwa laut yang mati akibat
mengira sampah plastik sebagai makanannya
![]() |
Akibat sampah, makanan
satwa laut menjadi tercemar, dan mereka bahkan bingung mengenai makanan apa
yang baik dan patut dimakan. Banyak satwa laut seperti ikan, penyu, bahkan
burung yang makan ikan laut yang memakan sampah plastik. Karena memakan sampah,
banyak dari mereka yang mati karena sampah plastik berbahaya dan bahkan tidak
bisa terurai. Lebih bahayanya lagi jika ikan yang memakan racun di laut itulah
ikan yang kita makan juga.
3.
Tumpukan sampah di laut mencemari
kejernihan dan kesegaran air laut
Jenis sampah yang
dibuang di laut sangat beragam. Ada yang merupakan sampah plastik, botol,
bahkan sisa makanan manusia serta pembuangan dari kapal yang melaut. Semua
jenis sampah itu dapat mencemari air laut. Plastik dan botol minuman bekas,
yang dalam pembuatannya mengandung bahan kimia, dapat menyebarkan racunnya ke
air laut. Sisa makanan manusia dan pembuangan dari kapal juga merncemari air
laut karena pembusukan sisa makanan tersebut. Air laut yang harum wanginya,
bisa menjadi bau busuk. Rasa air laut yang asinpun dapat menjadi rasa lain
karena tercampur makanan sisa yang membusuk di laut.
4.
Sampah mengganggu kegiatan olahraga selancar
dan menyelam
Para peselancar
terganggu kegiatannya akibat semakin banyaknya laut yang tercemar sampah
sehingga semakin sulit mencari pantai yang ombaknya tinggi serta bersih dari
sampah.
Penyelampun mengeluh
mengenai sampah yang menutupi keindahan bawah laut. Cantiknya terumbu karang
harus diganggu oleh sampah yang berada disekitarnya bahkan tersangkut di
terumbu karang.
5.
Laut yang sudah tercemar sampah akan
menyebabkan penyakit
![]() |
Jika laut sudah
tercemar sampah, maka virus, bakteri dan parasit akan hidup didalamnya. Hal ini
dapat menyebabkan penyakit bagi orang-orang yang berenang di laut.
Penyakit-penyakit yang bisa disebabkan oleh air laut yang tercemar adalah
diare, infeksi hidung, telinga, dan mata serta gangguan pada kulit.
6.
Sampah di laut menghambat perjalanan dan
merusak kapal laut
Sampah yang ada di
laut dapat menghambat bekerja baling-baling kapal yang ada di bawah laut.
Terhambatnya kerja baling-baling kapal juga dapat merusak sistem dan
membahayakan tangkai kemudi. Sampah-sampah yang tersangkut dapat pula
menyebabkan proses pengambilan air laut ke kapal dan evaporator kapal
menjadi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar